Bayu Asih Bikin Geram Karna Tolak Pasien Pemegang Kartu KIS

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA – Lagi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih berplat merah ini membuat geram warga, kali ini menolak pasien pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) sebelumnya RSUD sempat menahan jasad Pasien meninggal karena kurang membayar Administrasi. Kini, ada pasien atas nama Husen (10) pengguna program pemerintah pusat ini harus segera mendapatkan perawatan medis sebab mengalami luka bakar serius.

Pasien bernama Husen, merupakan anak dari pasangan Oman (34) dan Enoh (39), warga Kampung Babakan Cinangka, RT 10, RW 04, Desa Sindangpanon, Kecamatan Bojong. Husen mengalami luka yang cukup serius akibat kecelakaan setelah bermain lodong yang di modifikasi yang diisi bahan bakar bensin bersama temannya.

“Saya kepada pihak RS Bayu Asih minta Husen dirawat, namun tidak bisa karena ruang perawatan penuh, dan tidak lama kemudian tiba-tiba petugas RS memberikan resep obat dengan alasan pasien (Husen) merengek minta pulang secara terus menerus,” ujar Dede Priyatna (29), salah satu kerabat Husen.

Anak yang duduk di bangku kelas IV sekolah dasar (SD) di Kecamatan Bojong itu, saat ini dirawat di RS swasta Bhakti Husada Purwakarta sebagai pasien umum.

“Untuk pembayaran administrasi kita pikirkan nanti yang penting Husen sembuh,” ujarnya.

Sementara Kepala Desa Sindang Panon Denden Pranayuda, SE, mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan adanya penolakan warganya untuk mendapatkan penanganan medis.

“Iya saya mendapat informasi dari stap desa katanya warga ditolak karena ruangan penuh,” kata Deden melalui selulernya kepada wartawan.

Kades membenarkan jika saat ini warganya tengah dirawat di RS Bhakti Husada Purwakarta sebagai pasien umum.

“Iya benar sekarang juga saya lagi menuju rumah sakit tempat pasien dirawat,” terang Deden. (Adw)



loading...

Feeds

perda

DPRD Kota Depok Sahkan Tiga Perda

DPRD Kota Depok mengesahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda) dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Depok, Jumat, …
KEMANDIRIAN: Perempuan nelayan mengikuti pelatihan pendampingan APWI Kabupaten Sukabumi untuk mewujudkan usaha mandiri. FOTO:SUBHAN/RADARSUKABUMI

APWI Kabupaten Sukabumi Gandeng Perbankan

Keseriusan Asosiasi Pendamping Wiraswasta Indonesia (APWI) Kabupaten Sukabumi dalam menciptakan pengusaha mulai tampak. Salah satunya saat ini APWI melakukan pendampingan …
BPJS Kesehatan

Hipertensi Paling Banyak Sedot Anggaran BPJS

Meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan menggelar kegiatan “BPJS Kesehatan …