Nilai UNBK Tahun 2017/2018 di Subang Anjlok karena Soal Latihan Mudah?

Ilustrasi UNBK

Ilustrasi UNBK

Cari Aman

POJOKJABAR.com, SUBANG – Anjloknya nilai Ujian Nasional Berbasis Komputer pada tahun pelajaran 2017/2018 diperkirakan disebabkan banyak hal. Kekurangan sarana pendukung dan faktor psikis menjadi penyebabnya.

Menanggapi hal itu, Kadisdik Suwarna Murdias mengatakan dampak psikologis anak terlihat karena disaat latihan soal sangat berbeda ketika mengikuti UNBK di kelas. Ia juga menambahkan faktor turunnya nilai UN bukan hanya terjadi di kabupaten Subang tetapi di seluruh Jawa Barat.

“Soal latihan dan soal asli dihadapan komputer berbeda dan tingkat kesulitannya lebih tinggi dari saat latihan,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurutnya provinsi tidak pernah menetapkan grade sekolah jadi kalau ditanya soal anjloknya nilai Ujian Nasional, Subang berada diantara posisi ke 12-16 dari seluruh kabupaten di Jawa Barat.

Suwarna mengaku sarana pendukung UNBK di Subang minim, dan kurangnya sarana pendukung untuk ujian nasional berbasis komputer,
APBD Subang lanjut Murdias tidak akan mampu mengatasi kebutuhan sekolah.

“Kalau dipenuhi kebutuhan tersebut maka APBD Subang tidak akan mampu mengatasi karena harus menyiapkan dana sekitar Rp 120 miliar, idealnya kan 2 siswa untuk 1 komputer dan ini nah jika dengan peehitungan 34 ribu Siswa yang melaksanakan atau mengikuti UNBK,” imbuhnya.

Dari sejumlah peristiwa ketika Ujian Nasional banyak sekolah terkendala sarana pendukung sehingga beberapa sekolah terkesan tak siap mengikuti Ujian Nasional, sarana sinyal dan sambungan telepon juga menjadi kendala serius sejumlah sekolah di daerah.

“Ironinya masih ada sekolah yang melaksanakan Ujian Nasional dengan menggunakan kuota kartu seluler dan itu menghabiskan dana lumayan besar,” pungkasnya.

(RBD/anr/pojokjabar)


loading...

Feeds