Keren, Mahasiswa Unpad Jatinangor Ciptakan Alat Bantu Kenal Huruf

PERAGAKAN ALAT: Sejumlah mahasiswa Mipa Unpad memperagakan alat bantu kenal huruf yang mereka ciptakan. Net

PERAGAKAN ALAT: Sejumlah mahasiswa Mipa Unpad memperagakan alat bantu kenal huruf yang mereka ciptakan. Net

POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Upaya membantu siswa-siswi dalam melancarkan dan belajar membaca, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Padjadjaran (Unpad) Jatinangor menciptakan alat bantu kenal huruf.

Salah seorang penggagas sekaligus pencipta alat tersebut, Primadifaoor Drajatiananda mengatakan, alat bantu kenal huruf itu, sudah disosialisasikan kepada para siswa-siswi SDN Talagamukti, Dusun Citalaga Desa Jatimukti Kecamatan Jatinangor.

”Alhamdulillah mendapat respon yang baik sehingga bisa memudahkan anak yang kesulitan dalam membaca,” ujarnya kepada Radar Sumedang (Pojoksatu.id Grup).

Primadifaoor Drajatiananda menambahkan, untuk mempermudah mengingat alat itu pihaknya memberikan nama yakni Benalu Keladi dengan arti Alat Bantu Kenal Huruf dengan Metode Belajar Kinestetik, Visual, dan Auditori.

”Untuk mengoperasikan alat itu pertama Nyalakan alat (sambungkan dengan listrik) Execute alat melalui command prompt untuk masuk ke dalam program/klik shortcut pada alat. Setelah masuk ke dalam program, jalankan dengan klik mulai,” ujarnya didampingi Dendi Hazik Fuadi, Anselma Ratna Henrieta Sihaloho – S1 Psikologi (Fakultas Psikologi), Gabriella Daviena – S1 Teknologi Pangan (FTIP) dan Irnando Brima Ryandhika – S1 Geofisika (FMIPA).

Selanjutnya, kata ia, akan terlihat 8 menu utama pada program yang diurutkan sesuai dengan tingkatannya (berisikan huruf-huruf dan kata-kata yang telah disesuaikan untuk tingkatannya).

”Cara mainnya adalah dengan mengikuti alur hurufnya (seperti menulis), kemudian setelah selesai alat akan mengeluarkan suara sesuai dengan huruf yang dibuat alurnya tadi,” tambahnya.

Alat tersebut, lanjut ia, berguna untuk membantu dalam mengenal huruf karena mencakup 3 metode belajar sekaligus kinestetik, visual, dan auditori.

”Kami memfasilitas anak untuk belajar di SDN Talagamukti Desa Jatimukti, disana kemampuan membaca siswanya di bawah ratarata anak seusianya. Bahkan, dikelas 3 SD (sekarang sudah naik kelas 4), ada yang sama sekali masih belum mengenal huruf,” tambahnya.

Oleh karena itu, lanjut ia, alat tersebut diciptakan untuk membantu mengenal huruf dengan cara yang menarik dan efektif.
”Semoga bisa bermanfaat bagi siswa-siswi yang masih belajar membaca,” ucapnya.

(RBD/tha/pojokjabar)


loading...

Feeds