Jelang Lebaran, Permintaan Keripik Gadung di Dusun Cikalong Sumedang Meningkat

JEMUR GADUNG: Menjelang Lebaran permintaan makanan khas Tomo, keripik gadung meningkat. Tampak seorang pengrajin tengah menjemur keripik gadung mentah yang baru selesai direndam. Tri Budi Satria/Radar Sumedang

JEMUR GADUNG: Menjelang Lebaran permintaan makanan khas Tomo, keripik gadung meningkat. Tampak seorang pengrajin tengah menjemur keripik gadung mentah yang baru selesai direndam. Tri Budi Satria/Radar Sumedang

POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Menjelang lebaran, permintaan keripik gadung di wilayah Dusun Cikalong Desa/ Kecamatan Tomo meningkat. Permintaan datang dari berbagai daerah di luar Kabupaten Sumedang. Seperti, Bandung, Cirebon Majalengka dan kota kota lainnya.

“Mereka biasanya penduduk di sekitar Kecamatan Tomo yang sudah lama tinggal di kota kota besar,” ujar Kepala Desa Tomo, Sahlan Romansah, belum lama ini.

Menurut Sahlan, warga yang tinggal di kota besar itu membawa keripik gadung sebagai oleh-oleh khas dari Tomo. Sebutnya, banyak warga tersebut yang sengaja mencari keripik gadung menjelang lebaran.

“Terkadang, permintaan dilakukan sebelum warga dari kota datang. Mereka sudah memesan terlebih dahulu ke keluarganya,” jelasnya.

Kini, kata dia, di musim kemarau ketersediaan keripik gadung mulai banyak lagi. Para perajin sudah turun ke hutan mengambil gadung sebagai bahan keripik gadung.

Sebenarnya, kata Sahlan, ketersediaan gadung sebagai bahan banyak di hutan pada musim hujan juga. Namun, proses yang dilakukan dalam pembuatan keripik memerlukan penjemuran yang panjang. Sehingga, pada musim hujan jarang ada perajin keripik gadung yang dibuat.

“Alhamdulillah menjelang lebaran tahun ini, kemarau mulai datang. Para perajin sudah mulai ke hutan berburu gadung. Ketersediaan kurupuk gadung sebagai oleh oleh tidak mengkhawatirkan,” jelasnya.

(RBD/tri/pojokjabar)


loading...

Feeds