Waspada! Alun-alun Singaparna Bisa Jadi Pusat Kemacetan, Ini Alasannya

Kondisi jalan macet 
 (ilustrasi)./Foto: Istimewa

Kondisi jalan macet (ilustrasi)./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com, TASIKMALAYA– Alun-alun Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, dinilai sebagai pusat Kemacetan jalur alternatif Selatan Jawa Barat dari Garut – Tasikmalaya via Singaparna.

Pasalnya, di alun-alun ini menjadi pusat aktivitas warga yakni pasar tradisional dan terminal. Aktivitas masyarakat semakin meningkat guna persiapan menghadapi Idul Fitri.

Selain adanya pasar tradisional dan terminal, berbagai sumber penyebab kemacetan ada di alun – alun Singaparna.

Baca:

 

Mulai dari badan jalan yang digunakan untuk area parker, angkutan umum yang mencari dan penurunkan penumpang di luar terminal serta adanya Pedagang Kaki Lima (PKL).

“Memang disni salah satu sumber kemacetan, tapi kita petugas dilapangan berupaya untuk terus mencairkan arus lalu lintas meskipun padat,” papar Kepala Pos Pam alun-alun Singaparna Iptu Bambang Karwanto, Senin (11/6).

Pihaknya lanjut Bambang, sudah melakukan upaya pendekatan kepada petugas parkir, angkutan umum dan PKL untuk sama sama menjaga kelancaran arus mudik. Namun, imbauan itu seakan tidak diindahkan.

“Misalnya angkutan umum, kita sudah tegur baru mereka taat. PKL juga kita tegur baru taat. Jadi imbauan sebelumnya itu tidak mereka ikuti,” papar Bambang.

Salah seorang warga Kecamatan Singaparna Muhammad Ikbal mengatakan, setiap tahun pada musim mudik, wilayah Singaparna menjadi titip kemacetan. Tidak jarang kendaraan sangat padat karena bercampur dengan meningkatnya aktivitas warga yang berbelanja kebutuhan Ramadhan.

“Harus segera ditata ulang ruangnya, terminal dan pasar harus segera dipindahkan biar tiap tahun saat musim mudik tidak macet terus,” papar Ikbal.

(jar/rmol/pojokjabar)


loading...

Feeds