Sidang ke Pasar Tanjungsari, Disperindag Kabupaten Sumedang Temukan Makanan Mengandung Boraks

SIDAK JATOS: Kasi Bidang Perdagangan, Wawan Hudawan (kiri) saat melakukan pengecekan harga-harga bersama petugas dalam giat sidak di Jatos. Toha Hamdani/Radar Sumedang

SIDAK JATOS: Kasi Bidang Perdagangan, Wawan Hudawan (kiri) saat melakukan pengecekan harga-harga bersama petugas dalam giat sidak di Jatos. Toha Hamdani/Radar Sumedang

POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Upaya memastikan ketersediaan pangan serta mengecek kondisi barang kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumedang melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Pasar Tanjungsari.

Selain ke Pasar Tanjungsari, sidak juga dilakukan ke Toserba Griya Yogya Tanjungsari, Jatinangor Town Square (Jatos), dan Toserba Griya Jatinangor. Kasi Bidang Perdagangan, Wawan Hudawan mengatakan, dalam sidak yang dilakukan bersama pihak kepolisian, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan pangan menemukan berbagai jenis makanan yang menggunakan bahan pewarna serta borak yang dijual  ebas. Sehingga pihaknya langsung memberikan peringatan kepada para penjual untuk tidak menjual kembali barang tersebut.

”Setelah kami berkeliling di pasar Tanjungsari ada makanan ’ranginang’ yang warnanya sangat mencolok setelah ditelusuri ternyata menggunakan bahan pewarna dan ada juga pedagang yang menjual borak atau ’bleng’ dan sering dikonsumsi masyarakat untuk keperluan Idul Fitri,” ujarnya kepada Radar Sumedang (Pojoksatu.id Group).

Ia menambahkan, selain memberikan pemahaman pihaknya juga mengamankan barang-barang berbahaya itu. ”Bentuk pengamanan yang kami lakukan dengan membeli barang tersebut tidak dikonsumsi warga karena sangat berbahaya bagi kesehatan mereka,” ucapnya.

Wawan Hudawan menjelaskan, stok barang menjelang lebaran atau H-9 dipastikan aman. Karena sesuai aturan pemerintah yang telah membentuk tim ketahanan pangan, beberapa waktu lalu.

”Alhamdulillah menjelang lebaran sampai setelah lebaran stok barang di Sumedang aman. Kita sudah pantau beberapa pasar yang ada di Sumedang ternyata stoknya aman. Kecuali gas elpiji 3 kilogram yang rawan penimbunan, ” katanya.

Dengan adanya tim ketahanan pangan yang terdiri dari Disperindag, Dinas Perikanan dan Peternakan, dan Bulog kerawanan pangan bisa ditekan.

”Kami juga sudah berkoordinasi dengan petani-petani yang memiliki lumbung padi untuk tidak menimbun barang. Termasuk dengan petani cabai, sayuran dan peternak ayam dan telur, ” katanya.

Termasuk berkoordinasi dengan Bulog Jabar dan Pasar Caringin Bandung agar stok barang bisa disuplai ke sejumlah daerah. Melalui sidak, kata dia, tidak semata mata mencari kadaluarsa barang atau memantau harga tetapi memantau stok barang.

”Kami berharap bisa menekan harga dan bisa meminimalisir kadaluarsa barang di pasaran, walaupun sidak ini singkat namun cukup memberi efek pada pedagang dan tengkulak. Kita pantau sejauh mana indikasi kenaikan jangan melambung tinggi. Kalau menurunkan tidak bisa karena ini permainan pasar,” katanya.

(RBD/tha/pojokjabar)


loading...

Feeds