Operasi Ketupat Lodaya 2018, Penembak Jitu Siap Diturunkan

PERSIAPAN: Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo saat mengecek kesiapan armada dan personil untuk Operasi Ketupat Lodaya 2018. Virda Alisya/JawaPos.com

PERSIAPAN: Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo saat mengecek kesiapan armada dan personil untuk Operasi Ketupat Lodaya 2018. Virda Alisya/JawaPos.com

POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Kapolres Sumedang, AKBP Hartoyo mengatakan akan menurunkan penembak jitu dalam Operasi Ketupat Lodaya 2018 jika memang dibutuhkan.

Sejauh pengamatannya, menjelang lebaran di Sumedang, yang perlu diwaspadai adalah tindakan curat, curas dan pembobolan rumah kosong.

“Terutama harus waspada ranmor (pencurian kendaraan bermotor). Untuk sementara kejadian lain relatif rendah. Kalau memang diperlukan, ya sniper (penembak jitu) juga kita kerahkan,” ujar Hartoyo usai menggelar Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Lodaya 2018 Tingkat Kabupaten Sumedang di Alun-alun Sumedang, Rabu (6/6).

Hadir dalam apel tersebut diikuti 600 orang terdiri dari unsur Polres Sumedang, Kodim 0610, Subdenpom, Yonif 301 PKS, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Pemadam Kabakaran dan SKPD terkait lainnya serta Ormas.

Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2018 bertujuan Tingkatkan Sinergi Polri dengan Instansi Terkait Dalam Rangka Memberikan Rasa Aman Dan Nyaman Pada Perayaan Idul Fitri 1439 H Wilayah Hukum Polres Sumedang.

Ia menyebutkan, semua perangkat dan sarana siap untuk mendukung operasi ketupat lodaya 2018. Sekitar 720 personel Polri dan TNI, kata dia sudah siap disiagakan. Termasuk 200an personil tambahan dari dinas-dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, Perhubungan, Satpol PP dan lainnya.

“Dari Polri 502 personil, TNI 200. Dan sekitar dua ratusan lagi gabungan seperti Dinkes, Damkar, Pol PP, Dishub,” katanya lagi.


loading...

Feeds