Waspada Anak Sering Dapat Uang dari Seseorang, Polisi Ungkap Modus Kejahatan Seksual di Garut

Ilustrasi Kekerasan Anak.

Ilustrasi Kekerasan Anak.

POJOKJABAR.com, GARUT – Kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur terungkap di Kabupaten Garut yang menimpa siswa Sekolah Dasar (SD) berinisial DMD (12).

Polisi berhasil menangkap seorang penjual cireng yang diduga merupakan pelaku kejahatan seksual.

Dilansir Radar Tasikmalaya, pelaku berinisial AT (54) diringkus Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Garut pada Senin (19/3).

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna SIK menerangkan pelaku ditangkap setelah pihaknya mendapat laporan dari keluarga korban yang masih tetangga pelaku.

“Dari Laporan itu, kami tangkap pelaku dan mengakui perbuatannya,” ujarnya kepada wartawan di Mapolres Garut Rabu siang (21/3/2018).

Lalu bagaimana modus pelaku melakukan kejahatan seksualnya itu?

Budi mengatakan terungkapnya kasus pencabulan anak dibawah umur itu berawal dari kecurigaan ibu korban yang melihat anaknya sering mempunyai uang jajan dalam jumlah cukup besar.

“Awalnya, orang tua korban curiga setelah korban memiliki uang dua puluh ribu. Padahal, (orang tuanya) tidak pernah memberi uang sebesar itu,” terang Budi.

Ketika ditanya, lanjutnya, korban tidak memberi penjelasan asal muasal uang tersebut darimana. Namun setelah didesak, sang anak akhirnya mengakui bahwa uang tersebut didapat dari pelaku At sebagai uang tutup mulut agar korban tidak bercerita kepada orang lain.

“Pelaku juga mengakui telah empat kali memberikan uang jajan untuk menutupi kelakuan bejatnya itu,” katanya.

Dalam keterangan di depan penyidik, lanjut dia, tersangka mengaku telah mencabuli anak perempuan berusia 12 tahun itu sebanyak empat kali. Begitu juga dengan uang tutup mulutya. Empat kali diberikan. Mulai dari Rp 7.000 hingga Rp 20.000.

Modusnya, lanjut Budi, tersangka mengajak korban main ke rumahnya. Saat berada di rumah itu lah, pelaku tertarik dengan tubuh korban yang bongsor layaknya orang dewasa. Pelaku tergoda untuk meraba payudara korban yang baru mulai tumbuh. Kemudian kemaluannya.

“Pengakuan awal tersangka hanya meraba saja. Tapi yang lebih jelas, mungkin menunggu hasil visum. Apakah korban disetubuhi atau tidak,” jelasnya.

(yna/pojokjabar)


loading...

Feeds