Polres Sumedang: Ada Orang Mencurigakan Laporkan

KOORDINASI: Perwakilan Polres Sumedang saat berkoordinasi dengan Camat Tanjungsari terkait penjagaan pondok pesantren dari ancaman penganiayaan terhadap para ulama. TOHA HAMDANI/RADAR SUMEDANG

KOORDINASI: Perwakilan Polres Sumedang saat berkoordinasi dengan Camat Tanjungsari terkait penjagaan pondok pesantren dari ancaman penganiayaan terhadap para ulama. TOHA HAMDANI/RADAR SUMEDANG

POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Camat Tanjungsari, Ida Farida Sobandi mengatakan telah menerima perwakilan anggota kepolisian dari Polres Sumedang yang akan melakukan silaturahmi dengan Pimpinan Pondok Pesantren yang ada di Kecamatan Tanjungsari.

”Alhamdulillah dari Polres Sumedang secara langsung meminta izin untuk melakukan kunjungan ke sejumlah pesantren sebagai uapaya menangkal terjadinya penganiayaan terhadap para ulama yang marak baru-baru ini,” ujarnya kepada Radar Sumedang (Pojoksatu.id Group).

Ida mengapresiasi langkah yang dilakukan aparat kepolisian dengan memberikan masukan dan semangat kepada para ulama. Sehingga, para ulama tidak takut dalam berdakwah dengan maraknya isu tersebut.

”Intinya kita harus tetap waspada, dan jangan mudah terprovokasi dengan isu-isuk yang tersebar dikalangan masyarakat, serahkan saja kepada pihak yang berwajib,” katanya.

Sebelumnya, kata ia, pihaknya telah mengintruksikan kepada para kepala desa untuk bersama- sama menjaga para ulama, dan mubaligh yang ada di wilayah masing-masing.

”Kita tekankan kepada para kades, apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan untuk segera berkoordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas,” ucapnya.

Sementara, Kepala Satuan Sabhara, AKP. AM Rizal mewakili Kapolres Sumedang AKBP Hari Brata mengatakan, kegiatan patroli tersebut merupakan agenda rutin Polres Sumedang dengan melakukan pengawasan terhadap lingkungan dan bukan hanya dilakukannya pada saat menjelang Pilkada Serentak 2018 saja.

”Ini kegiatan yang sifatnya rutin dilakukan anggota Polres Sumedang. Targetnya, yang pertama menggelorakan silaturahmi dengan warga dan pengurus pesantren,” katanya.

Bahkan, ujar dia menambahkan, kegiatan pemantauan wilayah atau patroli tersebut sebagai upaya menciptakan Pilkada di Sumedang agar berjalan aman dan lancar.

Disinggung soal dugaan adanya oknum tak bertanggungjawab yang berusaha membuat lingkungan kacau akhir-akhir ini, Amrizal mengimbau warga untuk tidak panik.

”Rasa takut, cemas dan was-was akan terjadi persoalan tak diharapkan, itu merupakan hal yang normal dialami oleh siapa pun. Kendati demikian, maka sikap waspada terhadap apa pun ancaman Kamtibmas itu, memang perlu,” katanya.

Solusi waspada, kata dia, dengan cara menggelorakan penjagaan di lingkungan yang juga tetap kordinasi baik dengan anghota Bhabinkamtibmas dan Babinsa serta Kades (tiga pilar desa).

Menurut Amrizal, warga pun diimbau untuk tak bersikap anarkis ketika mencurigai gerak gerik seseorang yang diduga akan melakukan ancaman Kamtibmas.

(RBD/tha/pojokjabar)


loading...

Feeds

Pepen-Tri

Pepen-Tri Dilantik 20 September

DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka pengumuman dan usul pengesahan pengangkatan pasangan calon …
Seribu Rasa

Seribu Rasa Hadir di Bekasi

RESTORAN Seribu Rasa membuka cabang ke-9 di kawasan Summarecon Bekasi, tepatnya di JalanBulevar Timur Blok VA nomor 25, seberang Summarecon …