Puluhan Hektare Sawah di Cimalaka Sumedang Terancam Kering

Sawah (ilustrasi)

Sawah (ilustrasi)

POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Puluhan hektare lahan pesawahan dan sejumlah kolam ikan terancam kering. Lahan pesawahan dan sejumlah kolam ikan tersebut selama ini mengandalkan sumber air dari Selokan Cipanteuneun yang bersumber di Wana Wisata Kolam Renang Cipanteuneun, Desa Licin, Kecamatan Cimalaka.

Selokan Cipanteuneun tersebut mengaliri sejumlah lahan pesawahan dan kolam ikan sampai ke sebelah hilir, melintasi wilayah Desa Galudra dan Desa Cimalaka serta Desa Serang di Kecamatan Cimalaka.

Sebagian para petani menduga, kekeringan itu terjadi semenjak dilakukan penataan Wana Wisata Kolam Renang Cipanteuneun milik Perum Perhutani KPH Sumedang.

“Kami ingin berembuk bersama, untuk mencari jalan keluar yang terbaik dari masalah Selokan Cipanteuneun yang mengering,” sebut warga petani.

Kepala Desa (Kades) Galudra, Sumpena menyayangkan pihak Perum Perhutani KPH Sumedang yang tidak melakukan pemberitahuan ke sejumlah pemerintah desa (pemdes) yang wilayahnya dilintasi Selokan Cipanteuneun itu.

“Harusnya dari pihak pengelola atau Perhutani melakukan koordinasi ke desa-desa yang menggunakan air Selokan Cipanteuneun, pemberitahuan mengenai selama dilakukan penataan di lokasi objek wisata itu,” pungkas Sumpena yang juga Ketua Apdesi Kecamatan Cimalaka itu.

Dia membenarkan bahwasannya pernah menerima pemberitahuan dari Perum Perhutani KPH Sumedang melalui Pemdes Licin, mengenai akan dilakukan penataan Wana Wisata Kolam Renang Cipanteuneun.

“Hanya saja kapan pelaksanaannya itu yang belum tahu. Yang kami butuhkan kejelasan kapan pelaksanaannya tadi,” ujar Sumpena.

Pihaknya berharap agar Perum Perhutani KPH Sumedang mengundang seluruh pihak terkait, sehingga muncul kejelasan yang dapat memuaskan semua pihak.


loading...

Feeds