Ini Pernyataan RSUD Cibabat di CImahi kepada KPK

(Ilustrasi)./Foto: Istimewa

(Ilustrasi)./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com, CIMAHI– Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat melakukan penambahan meski statusnya bukan Tenaga Harian Lepas (THL), melainkan pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Hal ini dikatakan oleh Direktur Utama RSUD Cibabat, Trias Nugrahadi.

Maka, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat membantah jika pihaknya melanggar rencana aksi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2017.

“Kita mah yang ada pegawai BLUD. Pegawai yang digaji oleh Badan Layanan Umum Daerah,” jelas Trias.

Jadi, tegas dia, rencana aksi dengan KPK perihal penambahan THL tidak ada hubungannya dengan penambahan pegawai di lingkungan RSUD Cibabat.

Baca juga: Bayi Penderita Hidrosefalus Ini Akan Kembali ke RSUD Cideres Tanggal Ini

Sebelumnya, Kepala BKD Kota Cimahi, Harjono menyebutkan, ada tiga unit kerja, yakni RSUD Cibabat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi yang melaksanakan penambahan THL 2017.

BKD meminta penjelaskan terhadap tiga SKPD tersebut. Apa asalan ketiganya hingga harus melakukan penambahan THL. Padahal, jelas dalam rencana aksi dengan KPK 2017, tidak diperkenankan lagi melakukan penambahan.

Tahun 2016 itu ada 2.100 (THL), sementara 2017 ada 2.200. Artinya kan ada penambahan,” terang Harjono.

(mar/rmol/pojokjabar)


loading...

Feeds

Jumeokbap,nasi kepal Jepang yang diminati lidah orang Indonesia. Foto: Apridista Siti Ramdhani/Radar Cirebon

Jumeokbap ala Cirebon Menggoda Mulut

POJOKJABAR.com, CIREBON– Onigiri adalah nasi kepal khas Jepang yang tidak asing di kalangan umum. Di kota-kota besar, seperti di minimarket …