Gempa Potensi Tsunami, Ini Video Warga Pangandaran Berhamburan Jauhi Tepi Pantai

 (ilustrasi)

(ilustrasi)

POJOKJABAR.com, PANGANDARAN – Warga Pangandaran berhamburan ke luar rumah karena panik pasca gempa berkekuatan besar di sejumlah daerah.

BMKG bahkan menyatakan potensi tsunami sehingga meminta warga menjauhi bibir pantai.

Gempa yang terjadi beberapa jam lalu ternyata terjadi di dua tempat berbeda dengan kekuatan yang juga berbeda.

Pertama gempa di Tasikmalaya yang kemudian disusul gempa di Sukabumi.

Dari akun twitter resmi BMKG, gempa Tasikmalaya terjadi lebih dulu ketimbang gempa Sukabumi.

Yakni pada Jumat (15/12) pukul 23:47:57 WIB dengan lokasi gempa berpusat di 8.03 LS,108.04 BT atau 43 km Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Bahkan, gempa di Tasikamalaya itu jauh lebih besar dibanding di Sukabumi.

Sebab, BMKG mencatat gempa Tasikmalaya berkekuatan 7.3 SR.

Sedangkan gempa di Sukabumi tercatat berkekuatan 4,5 SR.

Selanjutnya, gempa susulan juga terjadi di Tasikmalaya dengan rentan waktu yang terpaut cukup dekat yakni 23:47:58 WIB.

Gempa kedua itu tercatat berkekuatan 6.9 SR dengan kedalaman 107 Km.

BKMG sendiri langsung menyatakan bahwa gempa tersebut berpotenti tsunami.

Hal itu diungkap Kepala Stasiun Geofisika Bandung BMKG Tony Agus Wijaya.

“Benar. Berpotensi tsunami,” ucapnya beberapa saat yang lalu.

Untuk itu, pihaknya meminta masyarakat, terutama di sepanjang bibir pantai untuk segera menjauh.

“Masyarakat sekitar pantai Selatan Jawa Barta agar menjauh dari pantai,” imbaunya.

Sementara akun Twitter @infobdg memuat informasi gempa berpeluan adanya gempa susulan.

“Kami telah menghubungi pihak BMKG Jawa Barat, mengatakan bahwa ada kemungkinan gempa susulan dgn magnitude lebih kecil.” tulisnya.

Berikut videonya.

(sta/pojokjabar)


loading...

Feeds

Ayi Hambali (kemeja hijau) dan tim tengah melakukan pendaftaran di kantor KPU Jawa Barat di Bandung. Foto: Dede/pojokjabar.com

Ayi Hambali Siap Maju Kembali

POJOKJABAR.com, CIREBON– Anggota DPD RI perwakilan Jawa Barat, yang juga ketua Yayasan Pondok Pesantran Al Falah, Dago, Bandung berniat kembali …