Kapolres Sumedang Bentuk Timsus Buru Penimbun Si Melon, Terkait Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg

NGOPI JAYA : Kapolres Sumedang AKBP Hari Brata dan jajarannya saat acara Ngobrol Bareng Polisi Bersama Masyarakat Ujungjaya (Ngopi Jaya), di Kecamatan Ujungjaya, Rabu (13/12/17). AGUN GUNAWAN/RADAR SUMEDANG

NGOPI JAYA : Kapolres Sumedang AKBP Hari Brata dan jajarannya saat acara Ngobrol Bareng Polisi Bersama Masyarakat Ujungjaya (Ngopi Jaya), di Kecamatan Ujungjaya, Rabu (13/12/17). AGUN GUNAWAN/RADAR SUMEDANG

POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Kapolres Sumedang AKBP Hari Brata akan membentuk tim khusus untuk menyelidiki kelangkaan gas elpiji 3 Kg. Sejumlah wilayah Sumedang beberapa hari ini mengalami kelangkaan elpiji 3 Kg bersubsidi, seperti di wilayah Ujungjaya dan beberapa lokasi di Sumedang kota.

“Kita akan bentuk tim untuk menyelidiki kelangkaan gas di beberapa wilayah di Sumedang. Kita dapat keluhan dari masyarakat terkait langkanya gas elpiji 3 Kg,” ujar Kapolres didampingi Kasat Intelkam AKP Nanang Ahmad, saat acara Ngobrol Bareng Polisi Bersama Masyarakat Ujungjaya (Ngopi Jaya), di Kecamatan Ujungjaya, Rabu (13/12/17).

Kapolres menambahkan, saat ini Ia dan jajarannya intens melakukan operasi ke sejumlah pasar dan agen elpiji untuk memantau stok harga pangan dan gas elpiji.

“Jelang Natal dan Tahun Baru kita pantau harga-harga sembako di pasar dan gas elpiji ke agen-agen. Hasilnya ada beberapa tempat yang stok elpijinya masih aman, tapi ada juga yang langka,” katanya lagi.

Kapolres menegaskan, pihaknya tidak segan melakukan tindakan jika ditemukan agen yang nakal.

“Saya perintahkan kepada seluruh jajaran untuk monitoring kelangkaan gas elpiji. Apabila penyebab kelangkaan tersebut karena ulah para oknum untuk menimbun atau mengoplos agar harganya melambung, maka akan kita tindak sesuai aturan dan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Salah seorang warga Ujungjaya, Idris (50) menyebutkan, di Ujungjaya warga kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 Kg. Jikapun ada, harganya melambung dari harga normal.

“Biasanya yang 3 Kg Rp 20.000 per tabung, tapi sekarang bisa sampai Rp 25.000, itu pun sulit didapat,” ujarnya.

Warga lainnya, Lili (36) warga Talun Kidul Kelurahan Talun Kecamatan Sumedang Utara mengaku kesulitan mendapatkan gas 3 Kg. Selain sulit didapat harganya juga diatas harga normal, mencapai Rp 25.000 per tabung.

“Saya cari sampai ke daerah Barak juga susah dapat. Harganya juga mahal sampai Rp 25.000,” tuturnya.

(RBD/gun/pojokjabar)


loading...

Feeds

Ilustrasi Pilkades

Bakal Calon Kades Setia Mekar Mundur

SALAH seorang bakal Calon Kepala Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, memilih mengundurkan diri dari peroses pencalonan saat hari terakhir …