Takut Sepi, Restoran di Kabupaten Sumedang Enggan Tarik Pajak 10% dari Pelanggan

Illustrasi

Illustrasi

POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Sumedang melakukan sidak tentang pembayaran pajak restoran ke sejumlah rumah makan Selasa (5/12/17). Selain melibatkan PPNS, Bappenda juga menggandeng pihak kepolisian, Satpol PP, CPM dan pihak kejaksaan.

Kabid Penetapan dan Penagihan Bappenda Taryudi Hidayat mengatakan, sejauh ini pembayaran pajak restoran di Kabupaten Sumedang memang belum maksimal.

Meski sejumlah restoran sudah ada membayar pajak, namun pajak yang dibayarkan nilainya tidak maksimal. Bahkan sebagian juga ada yang tidak membayar pajak restoran.

“Memang belum maksimal, bahkan jumlah yang dibayarkan tidak logis,” katanya. Taryudi mengatakan, sidak dilakukan sebagai bentuk pencerahan sekaligus memperingatkan restoran yang ada di Kabupaten Sumedang untuk tidak segan memungut pajaknya sebesar 10% dari pembelian.

Sebab jumlah tersebut sudah ada peraturannya. “Kami katakan pemilik restoran tak perlu khawatir dengan membayar pajak akan mengurangi pendapatan, karena pajak yang dibayar pengunjung itu diluar dari makanan yang dibeli,” tambahnya.


loading...

Feeds

Obrolan Bersama Pojokjabar Tentang Pilbup Bogor di Graha Pena, Kamis (14/12/2017)

Pilbup 2018 di Mata Kader PDIP

POJOKJABAR.com, BOGOR– Sejumlah tokoh di Kabupaten Bogor yang ramai di media soal bursa pencalonan cabup/cawabup, dipertemukan Pojokjabar.com di Graha Pena …