Ruang Kelas SDN Tanjungmekar Sumedang Ambruk, “Pak Bupati, Mana Kelas Kami ?”

KELAS AMBRUK: Ruangan kelas SDN Tanjungmekar yang runtuh sejak Mei lalu belum mendapat bangunan kelas baru. AGUN GUNAWAN/RADAR SUMEDANG

KELAS AMBRUK: Ruangan kelas SDN Tanjungmekar yang runtuh sejak Mei lalu belum mendapat bangunan kelas baru. AGUN GUNAWAN/RADAR SUMEDANG

POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Sejumlah guru SDN Tanjungmekar Desa Tanjungmekar Kecamatan Tanjungkerta mendesak Dinas Pendidikan Sumedang kembali membangun ruangan kelas.

Kini sekolah tersebut hanya memiliki 3 ruang kelas. Sebelumnya, 3 ruangan ambruk rata dengan tanah pada 7 bulan lalu.

“Sejak runtuh Mei lalu belum ada pembangunan lagi. Kami berharap secepatnya ada ruang kelas baru lagi,” kata Guru Kelas 2, Kukun Sulaeman, S.Pd, Selasa (5/12/17).

Kukun menyebutkan, sebetulnya sudah ada dari Disdik Sumedang yang meninjau kondisi sekolah. Saat itu, kata dia, pihak Disdik menjanjikan akan kembali membangun ruangan kelas pada Februari 2018. Sementara saat ini, sekolah tersebut hanya memiliki 3 ruangan kelas. Adapun siswa sekolah tersebut berjumlah 28 orang.

“Yang rubuh kelas 1, kelas 2 dan kelas 3. Sekarang hanya ada 3 ruangan kelas, satu kelas disekat dibagi dua. Jadi memang jadi kurang konsentrasi kalau sedang belajar, karena dua suara pengajar di dalam satu ruangan,” katanya lagi.

Kukun mengatakan, rubuhnya bangunan disebabkan angin kencang, ditambah lagi bangunan yang lapuk. Disebutkan, terakhir kali sekolah tersebut direhab pada 2005. Beruntung tidak ada korban jiwa.

Lebih jauh, kata dia, pihak Disdik sebetulnya mengarahkan agar SDN Tanjungmekar dimerger dengan sekolah lain. Namun mendapat penolakan dari orangtua siswa. Sebab siswa akan menempuh perjalanan lebih jauh. SDN Tanjungmekar memang berada di pelosok. Kebanyakan siswa harus berjalan kaki kurang lebih 2 kilo meter untuk ke sekolah.

“Orangtua siswa itu nolak, mereka tidak mau anak-anak mereka sekolah ke tempat lain, karena akan lebih jauh. Malah orangtua mengancam lebih baik tidak menyekolahkan anaknya kalau harus merger, artinya ini kan sekolah prioritas untuk mereka,” ujarnya.

Sementara itu Sekdis Pendidikan Sumedang, Unep Hidayat menyebutkan perbaikan SDN Tanjungmekar bukan skala prioritas. Sebab jumlah siswanya kurang dari 120. Sebagai solusi, ia menyarankan SDN Tanjungmekar merger dengan sekolah lain.

“Jadi kalaupun mengajukan bantuan ke pusat tidak akan diterima, karena jumlah muridnya kurang dari 120 orang. Tapi pasti akan kami bereskan,” tuturnya.

Salah seorang siswa Kelas 3, Salma Salsabila mengaku sedih dengan kondisi sekolahnya saat ini. Ia juga khawatir ruangan lainnya ikut ambruk. Meski begitu ia mengaku masih semangat bersekolah.

“Masih takut, takut kelasnya runtuh lagi. Inginnya cepat dibangun lagi,” ujarnya.

(RBD/gun/pojokjabar)


loading...

Feeds

Obrolan Bersama Pojokjabar Tentang Pilbup Bogor di Graha Pena, Kamis (14/12/2017)

Pilbup 2018 di Mata Kader PDIP

POJOKJABAR.com, BOGOR– Sejumlah tokoh di Kabupaten Bogor yang ramai di media soal bursa pencalonan cabup/cawabup, dipertemukan Pojokjabar.com di Graha Pena …