Minim PJU, ‘Jebakan Batman’ Jalan Nalegong Sumedang Terus Makan Korban

JALAN RUSAK: Sejumlah pengendara sepeda motor melintas di jalan rusak Nalegong, Desa Padasuka yang sedang ditambal oleh warga dengan peralatan seadanya. PANJI / RADAR SUMEDANG

JALAN RUSAK: Sejumlah pengendara sepeda motor melintas di jalan rusak Nalegong, Desa Padasuka yang sedang ditambal oleh warga dengan peralatan seadanya. PANJI / RADAR SUMEDANG

POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Kondisi Jalan Nalegong Desa Padasuka Kecamatan Sumedang Selatan semakin hari semakin rusak dan terus memakan korban. Kondisi itu di malam hari semakin diperparah dengan tidak adanya penerangan jalang umum (PJU).

Seperti diungkapkan Eka, salah seorang pengendara yang juga mahasiswa yang sering melintasi jalan itu. Eka menuturkan kalau di jalan itu sering sekali terjadi kecelakaan tunggal karena jalan rusak. Kebanyakan para pengendara terjebak karena ada lubang besar di badan jalan.

“Ini setiap hari terjadi lebih dari 4 kali kecelakaan yang diakibatkan jalan rusak. Pada malam hari penerangan lampu jalan sangat minim, sampai sekarang belum ada pihak yang bisa menindaklanjuti masalah ini, karena saya juga tidak tahu harus kemana menyampaikan pengaduan jalan rusak ini,” ujar Eka saat ditemui Radar Sumedang  (Pojoksatu.id Group) di lokasi jalan berlubang, Selasa (05/12/2017).

Seperti pada kejadian Kamis (30/11/17) malam lalu, Eka sempat melihat di lokasi jalan rusak ada seorang remaja yang terluka akibat menghantam jalan yang berlubang.

“Waktu itu saya mau pulang ke rumah, dari jauh saya melihat rame banyak orang disana. Ternyata dilihat itu ada yang jatuh dari motor gara-gara menghantam jalan rusak, lukanya di bagian lutut sempat ditolong sama pengendara yang saat itu ada lokasi. Maka dari itu saya langusng abadikan kejadian ini dan mempostingnya ke facebook barangkali yang berwenang bisa segera menuntaskan jalan yang rusak ini,” sambung Eka.

Dari pantauan Radar Sumedang (Pojoksatu.id Group) di lokasi memang ada 3 titik jalan yang berlubang dengan diameter mencapai sekitar 60-70 cm. Pada siang hari jalan berlubang itu bisa dihindari namun pada malam hari benar-benar menjadi “jebakan batman.”

Hal senada dikatakan oleh Adang yang sehari-harinya bekerja sebagai kuli bangunan di daerah Nalegong, ia bersama rekannya atas inisiatif sendiri menambal jalan dengan material tanah yang ia bawa dari kebunnya dengan menggunakan mobil pick up.

“Saya atas inisiatif sendiri menambal jalan dengan tanah yang kering memang sedikit menyelesaikan masalah namun daripada terus memakan korban tiap malam, pencegahan lebih baik ini kan sudah memakan banyak korban dikarenakan tidak ada penerangan jalan, memang sebenarnya dari dulu juga gak pernah ada penerangan jalan,” ungkap Adang selasa (5/12/17).

Adang menyebutkan bahwa di jalan berlubang tersebut terdapat sebuah gorong-gorong sehingga dikhawatirkan jalan akan amblas. “Ini kan disitu terdapat gorong-gorong kalau turun hujan itu air pasti menggenang dan para pengguna jalan kan ada yang tidak tau kalau jalan itu berlubangnya cukup besar ditambah sering melintas truk besar pengangkut air mineral bermerk dari arah Subang ke Sumedang itu dikhawatirkan jalan akan amblas,” bebernya.

(RBD/cr1/pojokjabar)


loading...

Feeds

Obrolan Bersama Pojokjabar Tentang Pilbup Bogor di Graha Pena, Kamis (14/12/2017)

Pilbup 2018 di Mata Kader PDIP

POJOKJABAR.com, BOGOR– Sejumlah tokoh di Kabupaten Bogor yang ramai di media soal bursa pencalonan cabup/cawabup, dipertemukan Pojokjabar.com di Graha Pena …