Banyak Alat Rusak, 30 Persen Warga Jatinangor Belum Rekam E-KTP

REKAM DATA: Salah seorang warga antre untuk melakukan perekaman data e-KTP, selasa (21/11/17). TOHA HAMDANI/RADAR SUMEDANG

REKAM DATA: Salah seorang warga antre untuk melakukan perekaman data e-KTP, selasa (21/11/17). TOHA HAMDANI/RADAR SUMEDANG

POJOKJABAR.com, JATINANGOR – Lambannya realisasi penerbitan e-KTP di Kecamatan Jatinangor diakibatkan karena terkendalanya kelayakan alat penunjang.

“Beberapa alat pendukung yang ada, tampak sudah berumur tua (tidak layak, red), seperti kamera, power suplay, CPU, monitor, biometrik, alat sidik jari dan alat untuk tanda tangan,” ujar Camat Jatinangor Syarif Efendi Badar melalui Kasubag Umum, Eddih kepada Radar Sumedang (Pojoksatu.id Group).

Didampingi staf bagian pelayanan umum,Tony, Ia mengatakan, solusinya agar pemotretan e-KTP bisa berjalan dengan baik yakni saling meminjam ke beberapa kecamatan terdekat.

“Data jumlah wajib ber-KTP yang sudah terekam di dinas dan memiliki fisik KTP, tidak ada di pemerintah kecamatan. Data tersebut ada di dinas, kami hanya fokus melayani siapa pun warga Jatinangor yang akan melakukan proses penerbitan e-KTP seperti perekaman melalui foto, sidik jari dan sebagainya,” ucapnya.

Kendati demikian, kata ia, terkait rusaknya sebagian alat pendukung perekaman e- KTP itu, sudah disampaikan ke pusat. Namun, sesuai arahan Dinas agar fasilitas atau alat yang rusak atau sudah tidak layak pakai untuk diverifikasi.

“Sampai sekarang pun tidak realisasi semisal perbaikan alat atau pengadaan alat yang baru. Sehingga kami harus memakai biaya pribadi atau yang ada di bidang seksi pelayanan umum,” katanya.

Alat perekam data e-KTP yang ada sekarang, kata ia, bantuan dari pusat yang turun sekitar 2010 lalu dan sampai sekarang belum ada lagi.

“Dari jumlah penduduk Jatinangor sekitar 108 ribu jiwa, sebanyak 21.695 jiwa sudah terekam e-KTP atau 30 persen dan yang wajib ber- KTP sebanyak 60 ribu jiwa. Sisanya sekitar 30 persen yang belum melakukan perekaman,” ucapnya.

(RBD/tha/pojokjabar)


loading...

Feeds

Suspect Difteri

5 Warga Bekasi Suspect Difteri

Penderita Difteri di Kota Bekasi bertambah. 5 orang dinyatakan positif suspect penyakit mematikan itu. Kelimanya berada di sejumlah rumah sakit …