Akhirnya Ada Wadah Persatuan Nelayan Tradisional Indonsia untuk Para Nelayan Subang

ilustrasi

ilustrasi

POJOKJABAR.com, SUBANG – Para nelayan di pesisir pantai utara Subang meyambut gembira adanya wadah Persatuan Nelayan Tradisional Indonsia (PNTI). Sebab, selama ini aktifitas melaut mereka masih belum diakomodir oleh pemerintah setempat.

Ketua DPD PNTI Kabupaten Subang, H. Karya Jakaria usai dilantik secara resmi oleh Ketua DPP PNTI, Hendrik E. Purnomo, di Desa Blanakan, Kecamatan Blanakan, Minggu (12/11/17), membenarkan kalau jauh sebelumnya kerap ada gangguan terhadap nelayan tradisional saat melaut ke luar wilayah Subang.

”Makanya kita hadir untuk membantu berbagai permasalahan yang ada di laut maupun di tambak, “katanya.

Begitu pihaknya mendapat laporan adanya preman-preman di lepas laut yang kerap kali memeras sejumlah nelayan dari Pulau Jawa yang mencari ikan di perairan langsung berkoordinasi dengan aparat kepolisian.

“Sekarang sih mengalir bagaikan air nelayan kami dari Blanakan. Memang sebelumnya sering ada laporan dijegal oleh para bajak laut di perairan luar P Jawa sehingga ada Pos Polisi Pengairan sangat membantu sekali,“ kata H.Karya.

Salah satu program PNTI di bidang keamanan bersinergi dengan pemerintah sebagai spionase kejadian yang ada di laut dan tambak dalam menjaga NKRI. Termasuk dibidang ekonomi mengawal dan mempasilitasi nelayan tangkap dan nelayan budi daya untuk mendapat oernodalan baik dari perbankan maupun dari PKBL.

“Selain itu juga di bidang hukum dan akan terus mengawal revisi Perda tentang kenelayanan agar masuk dalam prolekda 2018 sehingga ada kejelasan untuk kedua belah pihak,“ ungkapnya.

(RBD/anr/pojokjabar)


loading...

Feeds