Derita Tumor Ganas, Usai Dioperasi Warga SUmedang Ini Malah Lumpuh

Dede Roun,salah seorang penderita tumor ganas di bagian lehernya kini hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur pasca operasi benjolan kecil di leher

Dede Roun,salah seorang penderita tumor ganas di bagian lehernya kini hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur pasca operasi benjolan kecil di leher

POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Keprihatinan menyelimuti Dede Roun, 29, warga Dusun Cikeuyeup RT 03/05 Desa Sindangsari Kecamatan Sukasari. Dede harus terbaring lemah di atas kasur karena menderita tumor ganas tepat di bagian leher sebelah kiri.

Dede Roun, 29, warga Dusun Cikeuyeup RT 03/05 Desa Sindangsari Kecamatan Sukasari yang tadinya segar bugar kini kondisi fisiknya melemah nyaris seperti orang lumpuh Itu terjadi usai menjalani operasi benjolan kecil di bagian lehernya yang diduga adalah tumor ganas di RSHS Bandung Kini setelah 9 bulan , benjolan di leher Dede Roun Penyakit yang diderita Dede, sudah terjadi sejak 9 bulan lalu atau tepatnya pada Februari.

Aan Surahman kakak Dede Roun menjelaskan, awalnya ada benjolan kecil di bagian leher. Karena penasaran lalu diperiksa menggunakan akses BPJS dengan proses yang terbilang rumit. Setelah diperiksa Dede diharuskan untuk dioperasi kecil dan diambil sempel.

“Setelah dioprasi kecil, kondisi benjolan di leher Dede semakin memburuk bahkan membesar, keluarga berinisiatif kembali lagi membawanya ke RS Sumedang. Namun, ketika kembali lagi ke rumah sakit Dede harus dirujuk ke RSHS Bandung dengan alasana tidak ada alat,” ujarnyakepada wartawan.

Aan menjelaskan, hasil laporan dari pihak RSUD Sumedang penyakit yang diderita adiknya tidak bisa dioperasi karena jika dioprasi akan berakibat fatal dan dianjurkan agar dikemo menggunakan laser.

“Setelah pulang ke rumah ada masukan dari tetangga yang sudah pernah dikemo, dianjurkan untuk dilakukan pengobatan secara tradisional menggunakan obat herbal
saja kerena melihat kondisi fisik Dede yang kurang kuat,” ujarnya.

Sampai sekarang, kata ia, terus menggunakan obat herbal berupa cairan yang dibelinya dari salah seorang thabib di wilayah Cilengsar Rancakalong.

“Setelah dilakukan pengobatan menggunakan obat herbal kondisi Dede sedikit membaik, kalau mau ke kamar kecil bisa sendiri. Namun untuk makan dan minum harus dibantu karena tertarik benjolan,” ucapnya.

Kendati demikian, lanjut ia, sebelum dilakukan operasi kecil, Dede masih biasa beraktifitas seperti biasanya. Namun setelah itu Dede yang merupakan ketua OI Anarki Kiarapayung harus menghabiskan waktu sehari-harinya di atas kasur.

“Kami atas nama keluarga mohon doa dari semua, mudah- mudahan Dede diberikan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini,” ucapnya.

Sementara kerabat korban, Andi Apriadi mengatakan, organisasi massa (Ormas) OI Kabupaten Sumedang telah melakukan penggalangan dana untuk kesembuhan Dede yang merupakan pengurus OI tingkat Kabupaten Sumedang.
“Penggalangan dana sudah berjalan baik di tingkat kabupaten, provinsi bahkan pusat,” ujarnya kepada Radar Sumedang.

Andi menambahkan, penggalangan dana yang langsung disalurkan melalui rekening adik Dede dan sampai saat ini diperkirakan sudah mencapai jutaan rupiah.

“Kami sangat peduli terhadap kesembuhan Dede. Sehingga, akan terus berupaya agar penyakit yang dideritanya bisa sembuh,” ujarnya.

Bahkan, kata Andi, bentuk solideritas terhadap musibah yang diderita anggota OI, menimbulkan keprihatinan di kalangan organisasi OI diluar Sumedang.

“Penggalangan dana kesembuhan Dede tidak hanya di Sumedang, kota Cirebon Indramayu dan Bandung sama menggelar hal serupa,” ucapnya.
Bahkan, lanjut ia, pendiri ormas OI Iwan Fals pun sudah mengetahui keadaan Dede, setelah sebelumnya Koordinator OI Pusat dan Jabar melihat langsung ke rumah korban.

(tha)



loading...

Feeds