Mengejutkan!… Ternyata Ada Pabrik PCC di Sumedang

Petugas Satres Narkoba Polres Sumedang saat memeriksa salah satu toko obat
di Pasar Inpres Sumedang. Dari hasil razia diketahui toko ini malah tak memiliki izin menjual
obat tapi masih beroperasi.

Petugas Satres Narkoba Polres Sumedang saat memeriksa salah satu toko obat di Pasar Inpres Sumedang. Dari hasil razia diketahui toko ini malah tak memiliki izin menjual obat tapi masih beroperasi.

POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Kasat Reserse Narkoba Polres Sumedang AKP Idan Wahyudin menanggapi adanya kabar yang menyebutkan ada pabrik PCC di wilayah Sumedang.

Idan mengatakan, pihaknya sudah mengetahui kabar tersebut. Namun hingga kini pihaknya bersama unsur terkait masih melakukan pencarian lokasi diduga pabrik pembuatan tablet PCC.

“Itu info dari BPOM, sedang kita tindaklanjuti,” kata Idan kepada Radar Sumedang, saat razia obat terlarang dan perizinan toko obat di Sumedang, Rabu (20/9/2017).

Dikatakan, pihaknya masih belum mengetahui keberadaan pabrik PCC. Hingga kini, keberadaan pabrik tersebut masih dalam penelusuran.

“Belum diketahui (lokasinya, red), lagi dicari. Nanti kalau memang ada dan ketemu pasti diinformasikan,” ujar Idan.

Dalam razia tersebut petugas yang gabungan dari Sat Narkoba Polres Sumedang, BNNK dan Dinkes Sumedang merazia gudang obat di Jl. Prabu Gajah Agung dan sejumlah toko obat. Petugas tidak menemukan obat PCC atau yang sejenisnya. Namun, petugas menemukan sejumlah obat keras dari toko obat di wilayah Pasar Inpres Sumedang. Selain itu, toko obat tersebut tidak mengantongi izin penjualan obat.

Adapun sejumlah obat yang disita adalah obat-obatan yang berlabel K (keras) seperti obat merk Segersnow, 2 botol alkohol, 2 botol Yasimox 60 ml, 3 botol Vosea Metocipramide Hcl, 4 botol Lerzin Ceferzine 2Hcl 60 ml. Obat-obat tersebut hanya bisa dikonsumsi dengan resep dokter. Kemudian petugas juga menyita 32 box obat batuk jenis Komix yang yang sudah lama.

“Untuk toko obat yang tidak punya izin akan dilakukan tindakan, bisa dengan penutupan toko tersebut sambil menunggu perizinannya,” katanya.

(gun)


loading...

Feeds

SISA KEBAKARAN: Pegawai Negeri Sipil (PNS) melintasi gedung Pemerintah Kota Bekasi yang merupakan sisa kebakaran beberapa waktu lalu.  Sementara untuk perbaikannya baru dilakukan pada 2016 mendatang, termasuk ruangan sekda. Foto ini diambil, Selasa (6/10).  ARIESANT/RADAR BEKASI

Jabatan Sekda Diprediksi Kosong 4 Bulan

Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi diprediksi bakal kosong selama empat bulan. Pemicunya, Rayendra Sukarmadji selaku birokrat tertinggi di Kota …
Pelantikan Rahmat-Tri Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Ada 713 Bacaleg di Kota Bekasi

Sebanyak 713 bakal calon anggota legislatif (bacaleg) dari 16 partai politik, mendaftar ke KPU Kota Bekasi untuk menjadi anggota DPRD …