Akibat Kelalaian Para Petani Gunung Geulis Kembali Terbakar

Petugas BPBD berusaha memadamkan api
yang membakar hutan Gunung Geulis yang disebabkan karena
kelalaian petani membakar lahan

Petugas BPBD berusaha memadamkan api yang membakar hutan Gunung Geulis yang disebabkan karena kelalaian petani membakar lahan

POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Diduga akibat kelalaian para petani yang membakar sampah dan ranting, mengakibatkan hutan lindung Gunung Geulis Blok Jontor Perum Batara RT 04 RW 06 Desa Jatiroke, kembali terbakar, Rabu (20/09/2017) siang.

Kepala Desa Jatiroke, Cuna mengatakan, kebakaran diketahui sekitar pukul 11.00, karena terlihat adanya kepulan asap dan api di sekitaran lokasi kejadian. “Menurut warga yang melihat api sudah kelihatan pukul 11.00. Namun, saya baru menerima laporan dari warga pukul 13.00 wib,“ ujarnya kepada wartawan.

Cuna menambahkan, titik api bersumber dari area gunung yang dimanfaatkan warga untuk berkebun, besar kemungkinan adanya sebagian petani yang melakukan aktivitas pembakaran disana.

“Mungkin karena lupa mematikan atau percikan api yang terbawa angin hingga terjadilah kebakaran ini,” ucapnya.

Menurutnya, insiden tersebut merupakan yang kedua kalinya setelah sebelumnya diterpa kebakaran serupa. Bahkan, angin yang kencangnya serta banyaknya ranting yang kering mengakibatkan api dengan cepat menjalar.

Cuna mengimbau, kepada semua masyarakat jangan melakukan aktivitas pembakaran di atas gunung, apalagi saat kemarau, karena rentan terjadinya musibah kebakaran.

“Kami sudah berulang kali mengimbau kepada semua warga/petani bila musim kemarau seperti sekarang ini jangan pernah membakar sampah atau ranting diatas gunung, terkecuali diawasi sampai sampahnya habis terbakar, mari kita waspada dan menjaga secara bersama, jangan sampai kebakaran kembali terjadi di hutan lindung Gunung Geulis ini,” katanya.

Sementara ketua relawan Jercy, Dedeng S mengatakan, sumber apa berasal di tiga titik dan berhasil dipadamkan berkat bantuan Tim Jercy, Satgas BPBD Sumedang, Anggota Koramil, dan sebagian masyarakat.

“Sedikit kesulitan saat proses pemadaman karena lokasi berada di puncak gunung. Namun, kami terus berusaha semaksimal mungkin menguasai api dan akhirnya berhasil dipadamkan,”

(tha)



loading...

Feeds