Pemerintah Desa Pakualam Desak Pemda Bangun Jalan Alternatif

Karena untuk menempuh ke ibukota kecamatan saja harus menempuh jarak hingga 20 km lebih

Karena untuk menempuh ke ibukota kecamatan saja harus menempuh jarak hingga 20 km lebih

POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Pemerintah Desa Pakualam, Kecamatan Darmaraja, mendesak pemerintah daerah membangun akses jalan alternatif dari Dusun Baros dan Dusun Cisema ke ibukota kecamatan. Dua dusun itu, kini terisolir.

Karena untuk menempuh ke ibukota kecamatan saja harus menempuh jarak hingga 20 km lebih.

Kades Pakualam, Yuyud menyebutkan, untuk menempuh ke ibukota kecamatan, warga Dusun Baros dan Cisema harus memutar melintasi sejumlah desa di wilayah Kecamatan Cisitu.

Kondisi ini tentunya sangat dikeluhkan warga karena secara tidak langsung untuk pergi ke ibukota kecamatan saja harus mengeluarkan biaya yang tinggi.

“Kalau dengan jasa ojeg sampai Rp 75 ribu. Karena jalan harus mutar melintasi dulu beberapa desa yang ada di Kecamatan Cisitu,” ungkap Yuyud, Selasa (19/9/2017).

Dikatakan, untuk menjangkau ke ibukota kecamatan sebenarnya bisa melalui transportasi perairan Waduk Jatigede. Namun rata-rata masyarakat masih takut melintasi dengan perahu.

“Kalau naik perahu tidak bisa bawa barang banyak. Dan mungkin belum ada transpor tasi yang memadai. Dilihat dari ongkos juga ya sama saja mahal,” katanya.

Kondisi ini, tambah dia, membuat warga, terisolir sehingga menghambat mobilitas warga dua dusun.Terutama ketika warga petani mau memasarkan hasil bumi. Ongkosnya sekarang berlipat.

Disamping itu, bagi para pelajar tingkat SMA yang bersekolah di wilayah Darmaraja atau Situraja sangat terasa dampaknya. Selain jarak yang jauh juga tidak ada transportasi umum.

Padahal anak sekolah belum diizinkan untuk membawa motor. Sehingga alternatifnya adalah naik ojeg.

“Bebannya berat untuk pelajar dari wilayah dua dusun itu. Biaya berlipat sampai Rp.15.000 untuk sekali naik ojeg saja. Biaya untuk sekolah juga jadi semakin tinggi, sekarang satu hari untuk ongkos aja Rp 30.000, itu di luar jatah jajan,” kata dia.

Diharapkan, guna menyikapi kondisi ini, pemerintah daerah bisa peka dan bisa mengambil solusi. Seperti pemerintah harus mengambil langkah untuk memberikan bantuan kendaraan umum untuk angkutan. Serta solusi yang tepat adalah membuka akses jalan melintasi pinggir pesisir.

(Gun)


loading...

Feeds