KPJ Setengah Hati Membangun Kota Jatinangor, Ini Alasannya…

LANDSCAPE: Salah satu
pemandangan landscape wilayah
perkotaan Jatinangor. Tampak
jembatan Cincin yang dahulunya
jalan kreta api yang menghubungkan
Rancaekek dan Tanjungsari kini di
belakangnya berdiri apartemen.

LANDSCAPE: Salah satu pemandangan landscape wilayah perkotaan Jatinangor. Tampak jembatan Cincin yang dahulunya jalan kreta api yang menghubungkan Rancaekek dan Tanjungsari kini di belakangnya berdiri apartemen.

POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Wacana Kawasan Perkotaan Jatinangor (KPJ) yang sebelumnya dimentahkan oleh para pemangku kebijakan, kini mulai mencuat kembali. Salah seorang partisipan KPJ, Bus tanul Arifin mengatakan, konsep terbentuknya KPJ muncul dari para tokoh masyarakat Jatinangor yang menginginkan adanya perubahan dan peningkatan pelayanan publik.

Mengingat jumlah penduduk Jatinangor yang begitu banyak dan penyumbang PAD terbesar untuk Kabupaten Sumedang. Ide gagasan tersebut muncul berkat bermula dari guneum catur, sampai seminar loka karya, sampailah ke pemerintah. “Pemerintah melalui Prof. Sadu dari IPDN membuat naskah akademik yang dibiayai pemerintah,” katanya kepada Radar Sumedang.

Setelah dibuatakan naskah akademik, sambungnya, kumpulan-kumpulan dari berbagai komunitas semakin Intens dan muncullah delegasi untuk menyampaikan Rencana Tindak Lanjut (RTL) ke Pemerintah melalui Bappeda dan DPRD.

“DPRD melalui Badan Musyawarah (Bamus), Badan Legislasi (Banleg), menjadikan KPJ ke Program Legislasi Daerah (Proleda) hingga jadi Raperda,” katanya.

Namun, pada sidang Paripurna DPRD tidak mengesahkan Raperda KPJ menjadi Perda. Mungkin, Pemerintah takut kalau Jatinangor terpisah dari Sumedang. Padahal, konsep KPJ tidak melepaskan Jatinangor dari Sumedang.

“Bahkan, apabila KPJ terbentuk bisa menguntungkan Pemkab Sumedang karena anggaran vertikal dari APBN,” ucapnya.



loading...

Feeds

ilustrasi

Tips Jadi Pemuda Mandiri ala IEC

Jadi pemuda yang mandiri jadi dambaan banyak orang. Bukan hanya mandiri dalam keuangan, namun secara mental dan spiritual pun demikian.
PEDULI: Siswa SD Insan Kamil membentangkan poster mengecam tragedi kemanusiaan umat Islam Rohingya sekaligus melakukan penggalangan dana, Sabtu (23/9/17) akhir pekan lalu.

SD Insan Kamil Bogor Peduli Rohingya

Tragedi kemanusiaan umat Islam Rohingya di Myanmar telah menyeret simpati dari seluruh penjuru dunia. Aksi kepedulian dilakukan dengan berbagai cara. …