Jatinangor Sudah Menjadi Wilayah Perkotaan

LANDSCAPE: Salah satu
pemandangan landscape wilayah
perkotaan Jatinangor. Tampak
jembatan Cincin yang dahulunya
jalan kreta api yang menghubungkan
Rancaekek dan Tanjungsari kini di
belakangnya berdiri apartemen.

LANDSCAPE: Salah satu pemandangan landscape wilayah perkotaan Jatinangor. Tampak jembatan Cincin yang dahulunya jalan kreta api yang menghubungkan Rancaekek dan Tanjungsari kini di belakangnya berdiri apartemen.

POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Kepala Sub Bidang Infrastruktur pada BAPPPEDA Sumedang, Tomi menyebutkan, Kecamatan Jatinangor sudah masuk sebagai kawasan perkotaan.

Itu mengacu pada penilaian Jatinangor sebagai KSN (Kawasan Strategi Nasional) Metropolitan Bandung Raya dan KSP (Kawasan Strategis Provinsi) Jawa Barat.

“Dari dua itu yang dari pusat dan provinsi berarti Jatinangor sudah masuk wilayah perkotaan,” katanya, (13/9/2017).

Penetapan Jatinangor menjadi KSN, sambung Tomi, dilihat dari sudut pertumbuhan ekonomi. Sementara penetapan menjadi KSP dilihat dari aspek sosial dan budaya. “Ditetapkan manjadi KSP juga karena Jatinangor termasuk wilayah pendidikan melihat banyaknya perguruan tinggi disana,” katanya lagi.

Tomi menjelaskan, suatu wilayah bisa ditetapkan wilayah perkotaan karena domain wilayah tersebut adalah perumahan dan pemukiman, dan bukan pertanian. Wilayah Jatinangor, sambung Tomi, sudah termasuk dalam kondisi tersebut.

“Jadi Jatinangor ini ada dua kepentingan, pertama dari sudut kepentingan ekonomi dan kepentingan sosial budaya. Jadi Jatinangor sudah layak dijadikan perkotan,” ujarnya.

Dikatakan, Jatinangor menjadi wilayah perkotaan sudah terealisasi sejak adanya Perda provinsi No. 22 Tahun 2010 Tentang RTRW Provinsi Jawa Barat Tahun 2009-2029. Serta Perda No. 2 Tahun 2012 Tentang RTRW Kabupaten Sumedang Tahun 2011-2031.

“Sudah terealisasi sejak ada Perda itu, dari provinsi dan kabupaten,” ujarnya.

Kemudian, kata Tomi, Jatinangor juga masuk dalam Raperpres sebagai Cekungan Metropolitan Bandung.

“Kalau sudah jadi (Cekungan Metropolitan Bandung), kawasan Jatinangor ini diarah kankepada hunian vertikal. Tapi kita juga harus menyiapkan dari sisi regulasi. Yang terpenting masyarakat Sumedang harus bisa menikmati keberadaan kawasan perkotaan ini,” tuturnya.

(gun)


loading...

Feeds