Wanita Ini Gendong Bayi Ikuti UNPK

UN

Aulia Mesya Setiawati peserta program kesetaraan kejar paket C mengikuti UN yang diadakan di SDN Pelandakan Kota Cirebon.

POJOKSATU.id,CIREBON-Semangat dan kegigihan peserta ujian nasional program kesetaraan (UNPK) kejar paket C di Kota Cirebon patut diacungi jempol. Mereka yang ikut tidak hanya usia sekolah, namun ada juga yang sudah paruh baya dan ibu rumah tangga. Salah satunya adalah Aulia Mesya Setiawati (19), seorang peserta ujian nasional program kesetaraan kejar paket C di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sultan Agung yang digelar di SDN Pelandakan.

Wanita yang baru melahirkan itu terpaksa mengikuti ujian dengan membawa bayinya. “Susah kalau ditinggal, karena masih harus pakai ASI (Air Susu Ibu, red). Nggak boleh pakai susu formula,” ujarnya kepada Radar Cirebon (Grup PojokSatu.id). Aulia mengaku, mengajak anak saat ujian memang cukup repot. Namun, jika tidak nekat, dia tidak akan lulus.

“Memang cukup repot karena mengerjakan ujian sambil menggendong anak, ya sudah risiko. Tetapi, jika tidak seperti itu, saya tidak akan lulus. Karena tahun ini paket C nggak ada ujian susulan,” katanya. Saat istirahat, Aulia memberi ASI kepada Fairuz Dirgantara, putra yang dilahirkannya pada 6 April 2015 itu.

Perjuangan untuk meraih pendidikan yang tinggi tak hanya saat mengerjakan ujian. Aulia pun masih mengikuti kegiatan PKBM saat dirinya hamil. “UTS di PKBM masih ikut. Karena perkiraan lahir tanggal 17 April nanti, nggak taunya maju tanggal 6 April sudah lahir,” beber wanita kelahiran Cirebon, 31 Mei 1996 itu.

Putri dari pasangan Jamilah dan Endang Sutrisno itu mengikuti ujian Paket C bukan sekadar mendapatkan ijazah, tapi dia ingin memaksimalkan kesempatan belajar yang selama ini dimiliki. “Sebab, sebelumnya saya telah menyia-nyiakan kesempatan belajar. Setelah punya anak, saya berjuang keras agar bisa terus belajar. Kalau sudah dapat ijazah, nanti mau lanjut kuliah,” paparnya.

Sementara Ketua PKBM Sultan Agung, Agung Apriyanto mengatakan, usia tidak menghalangi bagi siapapun untuk mengikuti ujian paket C. Meski sudah sepuh sekalipun, tetap diterima. “Prosesnya sama, hanya saja yang kegiatan PKBM dilakukan malam hari. Seperti Aulia, yang membawa bayi saat ujian saya bolehkan. Karena Aulia sudah meminta ijin dan tidak mengganggu dirinya dan peserta lain saat ujian,” katanya.

Dikatakan Agung, seluruh peserta ujian paket C di PKBM Sultan Agung ada 83 orang. Ia sangat bangga sekaligus salut dengan perjuangan para peserta yang memiliki semangat besar dalam menuntut ilmu dan meraih pendidikan yang tinggi. “Saya kagum dangan semangat mereka, apalagi tadi saya lihat Aulia yang ujian sambil gendong anaknya, ini menurut saya luar biasa,” pungkasnya.
kreativitas lainnya. (mik/sam/ysf/yaz)

Feeds