Tahun Ini Peserta UNPK Paket C Berkurang

Ujian Nasional

Ujian Nasional

POJOKSATU.id,CIREBON-Jumlah peserta Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket C (setara SMA) di Kota Cirebon tahun ini mengalami penurunan sebanyak 39 orang dibandingkan tahun lalu. Tahun ini jumlah peserta sebanyak 553 orang, sedangkan tahun lalu sebanyak 592 orang.

“Ujian paket C dilaksanakan bagi mereka yang sudah belajar melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) itu di beberapa sekolah di Kota Cirebon. Jumlah pesertanya mencapai 553 orang, jumlah ini menurun dibanding tahun lalu,” ujar Kepala Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Irawan Wahyono melalui Kepala Seksi Pendidikan Kesetaraan, Muktar.

Ujian paket C digelar di 16 PKBM yang tersebar di Kota Cirebon. Di antaranya PKBM Kartika, Larasantang, Panji Anom, Salafiatul Huda, Pangeran Panjunan, Nyi Mas Gandasari, SKB, Sultan Agung, Nurjati, Kayuwalang Asih, Wina, Sunan Kalijaga, At-Thohiriyah, Mekar Nusantara, Handayani, dan Home Schooling. “Mudah-mudahan seluruh peserta ujian paket C ini lulus seratus persen,” harapnya.

Jured (54), salah satu peserta ujian paket C mengaku, ingin mendapat ijazah setara SMA untuk keperluan pekerjaan. Dengan bantuan kacamata, Jured mengerjakan satu per satu soal ujian. “Harus pake kacamata, nggak keliatan kalau nggak pake. Ikut ujian ini supaya punya ijazah yang setara SMA,” ujar pria yang sehari-hari bekerja di salah satu bengkel perusahaan otomotif itu.

Ada juga Sahidin (52) dan M Yusuf (51). Keduanya ikut ujian paket C untuk mengikuti perkembangan zaman. Meski usianya tak lagi muda, keduanya ingin terus menuntut ilmu. “Zaman sekarang kan standar lulusan ya punya ijazah SMA. Apalagi kami kerja jadi perangkat desa, ada undang-undang desa yang mengharuskan punya ijazah SMA, ya kami ikuti prosesnya,” bebernya.

Tidak hanya peserta dari siswa siswi sekolah SMA sederajat yang tidak terjerat pidana, warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Cirebon juga dengan semangat mengikuti UN dan mengisi soal-soal yang diberikan.

Kepala Lapas Kelas 1 Cirebon Taufiqurrakhman SSos SH MSi mengatakan, setiap tahun Lapas Kelas 1 Cirebon selalu menggelar UN. Bekerjasama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nurjati Kesambi, 15 warga binaannya mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) program paket C. “Ini ujian khusus bagi warga binaan. Mereka tidak hanya mengikuti UN, setiap pagi gurunya mengajar ke Lapas sesuai jadwal,” terangnya didampingi Kepala Bidang Pembinaan Djoko Sunarno.

Keikutsertaan mereka dalam proses belajar mengajar paket B dan paket C, tidak menjadi peringanan hukuman. Hanya saja, Lapas 1 Cirebon melaksanakan hak mereka dengan memberikan kesempatan belajar dan mendapatkan ijazah. Ujian nasional paket C di Lapas 1 Cirebon, dilakukan selama empat hari sejak Senin (13/4). Berdasarkan data, peserta UN paket C tahun 2012 sebanyak 13 orang, tahun 2013 sejumlah 11 orang, 2014 bertambah menjadi 26 orang dan tahun 2015 ini sebanyak 15 orang.

Sementara, data warga binaan Lapas Kelas 1 Cirebon yang mengikuti Ujian Nasional paket B, kata Taufiqurrakhman, tahun 2012 sejumlah 19 orang, tahun 2013 sebanyak 11 orang, tahun 2014 meningkat menjadi 23 orang dan tahun 2015 sejumlah 23 orang. Jumlah peserta UN paket C dan B tersebut, kata Taufiqurrakhman, berasal dari keinginan warga binaan yang menyadari pentingnya ijazah formal bagi masa depan mereka. Namun, Lapas Kelas 1 Cirebon sendiri tidak henti-henti memberikan motivasi kepada mereka agar mengenyam pendidikan formal setinggi mungkin.

Taufiqurrakhman berharap, ijazah mereka menjadi bekal saat melamar pekerjaan dan bermanfaat. Sehingga keberadaan warga binaan di Lapas tidak sia-sia. Selama di dalam Lapas, ujarnya, pembinaan diberikan dalam dua kategori. Dalam bentuk kemandirian dan kepribadian. Paket C sendiri termasuk kepribadian. Tidak hanya itu, warga binaan diberikan pelatihan mengubah limbah menjadi barang bernilai ekonomis dan kreativitas lainnya. (mik/sam/ysf/yaz)

Feeds