Ada Lima Tersangka Korupsi Revitalisasi Pasar Maniis

Korupsi

Ilustrasi

POJOKSATU.id,PURWAKARTA-Pihak Kepolisian Purwakarta belum juga mempublikasikan siapa saja tersangka yang diduga melakukan dugaan tindak pidana korupsi dalam kasus revitalisasi Pasar Maniis. Padahal, dalam proses penyidikkan belum lama ini, Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP Tri Suhartanto mengaku, telah mengantongi sejumlah nama calon tersangka pada dugaan korupsi tersebut.

“Tersangkanya ada beberapa, tapi kami belum bisa sebut nama karena kami masih menunggu audit kerugian negara dalam proyek itu dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” katanya melaui sambungan seluler kepada wartawan. Menurutnya, tersangka berasal dari berbagai unsur baik dari pemerintahan maupun swasta. “Sekitar 4 sampai 5 orang calon tersangka, ada dari unsur pemerintahan dan dari unsur swastanya ada,” tambah Tri.

Hanya saja, untuk nama-nama para tersangka, pihaknya belum bisa mempublikasikan terlebih dahulu, karena belum ada pernyataan resmi dari BPK baik secara lisan maupun secara tertulis. “Kalau ada secara lisan saja dari pihak BPK yang menyatakan kepada kami, maka akan kami beritahu nama-nama tersangkanya,” ungkapnya.

Tri menjelaskan, dugaan kerugian negara versi polisi senilai Rp400 juta. “Tapi, itu tidak bisa jadi acuan, karena kami tetap akan menggunakan hasil audit BPK,” katanya.

Mencuatnya kasus dugaan korupsi ini, berawal dari bangunan pasar yang berlokasi di Desa Citamiang Kecamatan Maniis Purwakarta, belum juga diserah terimakan kepada para konsumen, beberapa bangunan pasar tersebut telah ambruk. Kuat dugaan pembangunan pasar senilai Rp900 juta itu tidak sesuai dengan rencana biaya yang dianggarkan.

Sebelumnya, Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Purwakarta melakukan penyitaan barang bukti di Pasar Maniis di Desa Citamiang Kecamatan Maniis. Penyitaan empat bangunan pasar yang belum sempat diresmikan tersebut berdasarkan surat perintah penyitaan nomor : SP. SITA /20/III/2015/RESKRIM sesuai Penetapan Penyitaan Pengadilan Tipikor Bandung dengan Nomor : 17/PEN.PID.SUS/TPK/2015/PN.BDG tanggal 18 Maret 2015. “Penyitaan ini bagian dari penyidikkan yang telah kami lakukan. Ini dirasa perlu untuk menjaga para terduga  menghilangkan barang bukti,” pungkas Kasat. (yus/din/yaz)

 

Feeds