UN CBT Gak Jadi Diberlakukan

UN CBT

Ilustrasi

POJOKSATU.id,PURWAKARTA-Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Purwakarta menyatakan tak memberlakukan Ujian Nasional (UN) dengan sistem Computer Based Test (CBT) bagi sekolah-sekolah di wilayahnya. Minimnya sarana prasarana menjadi penyebab utama UN tahun ini masih menggunakan sistem lama, yakni Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN).

Keputusan ini berlaku bagi tingkat SMA, MA (Madrasah Aliyah), SMALB, SMK/MAK, serta program Paket C.Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdikpora Purwakarta, Diaudin mengatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) memutuskan UN tahun ini menggunakan sistem CBT.

Namun, karena belum adanya kesiapan, di Purwakarta, pelaksanaan UN masih menggunakan sistem LJUN. Namun demikian, pihaknya memastikan persiapan UN tahun ini sudah mencapai 100 persen.  Bahkan Disdikpora sudah mendistribusikan lembar soal ke seluruh rayon.”Soal disimpan di Kampus UPI Purwakarta dan dikirim ke setiap rayon. Rayon SMA di SMAN 1 Purwakarta, SMK di SMK 2 Purwakarta dan MA di MAN Purwakarta,” jelas Diaudin kepada Pasundan Ekspres (Grup PojokSatu.id).

Alasan lain di Purwakarta tidak menggunakan CBT, karena dikembalikan lagi pada sarana prasarana penunjang. Sejauh ini kata Diaudian, sarana prasarana penunjang UN belum memadai. Apalagi, CBT berbasis internet online.”Keberadaan fasilitas dan akses internet belum maksimal. Begitu juga untuk koneksi internet belum cukup memadai. Kesiapan listrik untuk tetap hidup juga belum diperhatikan. Takutnya pas UN dilaksanakan, komputer mendadak mati,” paparnya.

Untuk data peserta yang mengikuti UN tingkat SLTA di Purwakarta mengalami penurunan. Pada tahun 2014 lalu, peserta UN tingkat SMK sebanyak 4.559. Sementara untuk tingkat SMA dan MA masing-masing sebanyak 2.935 dan 1.397 siswa. Sehingga jumlah keseluruhan peserta UN tahun ini sebanyak 8.891 siswa.

Jumlah tersebut mengalami penurunan di tahun ini. Disdikpora mencatat, peserta UN tahun ini untuk tingkat SMK sebanyak 4.365. Sementara untuk tingkat SMA dan MA masing-masing sebanyak 2.980 dan 1.397 siswa. Sehingga jumlah keseluruhan sebanyak 8.742 peserta.Sebagai perhatian kepada pihak orang tua, UN mulai tahun ini tidak lagi menjadi syarat kelulusan siswa. Sebab, kelulusan peserta didik sepenuhnya ditentukan oleh satuan pendidikan.

“Syarat-syarat kelulusan siswa dikembalikan ke sekolah. Siswa baru bisa dikatakan lulus, harus sudah mengikuti semua pembelajaran, jangan ada yang kelewat. Yang terpenting lebih ditekankan pada pembenahan etika dan akhlak pelajar,” pungkas Diaudin.Untuk jadwal UN SMA/MA, SMALB, SMK/MAK, dan program Paket C, akan dilaksanakan pada tanggal 13-15 April 2015. Disusul kemudian dengan pelaksanaan UN untuk siswa SMP/MTs, SMPLB, dan paket B pada tanggal 4-7 Mei 2015.Pengumuman kelulusan UN SMA/MA, SMALB, dan SMK/MAK, Program Paket C akan dilakukan pada tanggal 15 Mei 2015. Sedangkan untuk jenjang SMP/MTs, SMPLB, SMALB, dan Paket B pengumuman kelulusan akan dilakukan  pada tanggal 10 Juni 2015.(dik/din/yaz)

 

Feeds