Pengedar Upal Kelabui Warga Pakai Uang Polimer

Uang Palsu

Ilustrasi

POJOKSATU.id,INDRAMAYU-Empat orang diduga sindikat pengedar uang palsu (upal) berhasil ditangkap polisi karena adanya laporan dari Sudarmadi alias Imam, warga Dusun Gunungsiup, Desa Dengen, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur kepada Sat Reskrim Polres Indramayu, Kamis (9/4).

Mereka adalah KR (31), warga Desa Pabean, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, BS (50), asal Sibubut, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, AS (49) warga Desa Sleman Lor, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, dan MN (42), warga Blanakan, Kabupaten Subang.

Kapolres Indramayu, AKBP Wijonarko melalui Kepala Sat Reskrim Polres Indramayu, AKP Wisnu Perdana Putra mengatakan kasus itu bermula tersangka menjual uang polimer atau uang sudah tidak diedarkan oleh Bank Indonesia dengan pecahan Rp 100 ribu kepada korban.

“Dengan ketentun uang satu banding dua atau dari uang polimer Rp 200 ribu ditukar dengan Rp 100 ribu uang asli. Namun, uang dijanjikan para tersangka kepada korbannya ternyata uang mainan dan transaksinya terjadi di sebuah hotel di wilayah Indramayu Kota,” kata Kasat.

Empat tersangka, kata Kasat, memiliki peran masing-masing. KR berperan sebagai dukun yang bertugas bujuk korban, dan menerim pembayaran di hotel. “BS dan MN mengawasi di luar hotel, lalu AG suruhan dari KR yang mengaku memiliki uang polimer sebanyak Rp 33 Milyar,” kata Kasat.

Kasat menjelaskan saat ini masih melakukan pengembangaan untuk mengungkap jaringan pengedar uang palsu itu. “Kami masih memburu satu tersangka lain yang ikut jaringan ini. Empat tersangka dijerat Pasal 372 dan 378 KUHPidana dengan ancaman empat tahun penjara,” kata Kasat.(gun/yaz)

 

Feeds