DPRD Tanyakan Kejelasan Proyek Gas ke Kementerian ESDM

ESDM

Kementerian ESDM

POJOKSATU.id,SUBANG-Mangkraknya proyek gas perkotaan (gas city) di Cidahu Kecamatan Pagaden Barat dan Kelurahan Dangdeur Kecamatan Subang menjadi perhatian Komisi II DPRD. Pihaknya akan menanyakan langsung proyek tersebut ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Demikian diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Subang, Dadan Yudha Swara.”Minggu depan kita agendakan untuk ke kementrian ESDM. Kita minta kejelasan proyek gas city ini jangan sampai jadi percuma. Ini program pusat, kita sudah tanya ke Distamben (Dinas Pertambangan dan Energi, red), mereka tidak tahu,” ungkap Dadan kepada Pasundan Ekspres (Grup PojokSatu.id), Rabu (8/4).

Pihaknya sangat menyayangkan jika program tersebut dibiarkan, sebab sarana pendukung sudah terpasang. Sebanyak 4.000 saluran pipa sudah terpasang ke rumah warga di dua kecamatan tersebut.”Inikan sarana untuk menyalurkan gas ke rumah-rumah sudah dipasang, sudah lengkap tinggal dari sentralnya disalurkan, kemarin kita sudah cek ke lapangan,” katanya.

Padahal, menurut Dadan, program city gas ini di beberapa tempat sudah berjalan, seperti di Jambi, Jogja dan juga Bekasi. Padahal jika program tersebut berjalan akan menambah PAD bagi Kabupaten Subang. “Di tempat lain sudah berjalan dan ini akan menghasilkan PAD bagi Subang, karena penyaluranya di daerah yang lain dikelola oleh BUMD,” tuturnya.

Nantinya BUMD yang mengelola penyuran gas dan akan mendapat untung dari selisih harga dari Pertamina. “Nanti gas disalurkan dari Pertamina dan dikelola oleh BUMD, untugnya dari selisih harga. Misalnya dari Pertamina harganya Rp1.000 ke masyarakat dijual Rp1.100,” imbuhnya.

Sementara itu, Rahmat, warga Pagaden Barat berharap, jika nanti proyek city gas ini berjalan dapat di perluas ke wilayah sekitar Desa Cidahu, Kecamatan Pagaden Barat. “Ini kan di Pagaden Barat, saya harap nanti di perluas jangan hanya di Cidahu, tapi seluruh Kecamatan Pagaden Barat,” tutupnya.

Sebelumnya pihak Pertamina membenarkan bahwa gas untuk program tersebut akan disalurkan dari Pertamina dan dikelola oleh BUMD. Hanya saja tidak menyebutkan kendala tidak berjalannya program itu.Poyek itu digagas Kementerian ESDM sejak tahun 2013 lalu bekerjasama dengan Pertamina. Seharusnya sudah berjalan awal 2014.(ded/man/yaz)

 

Feeds