Endus Dugaan Korupsi, Polres Geledah Kantor ULaMM

Korupsi

Ilustrasi

POJOKSATU.id,SUBANG-Satuan Reskrim dan Satuan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Subang menggeledah kantor Permodalan Nasional Madani (PNM) Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) Cluster Pagaden, Jalan Stasion No 254, Selasa (7/4). Penggeledahan itu untuk mencari dokumen atau barang bukti dugaan korupsi.

Sebelumnya Polres Subang sudah menetapkan seorang tersangka dalam kasus tersebut. Penggeledahan dilakukan secara tiba-tiba. Mengejutkan karyawan PNM ULaMM dan masyarakat sekitar. Dengan berseragam khusus, Unit Tipikor membongkar sejumlah dokumen yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Berdasarkan hasil audit BPKP, kerugian negara dari kasus tersebut sebesar Rp2.188.862.115,01.Kasat Reskrim Polres Subang, AKP Indra Maulana Saputra mengatakan, penggeledahan untuk melengkapi bukti-bukti kasus dugaan korupsi PNM ULaMM. Dijelaskan Indra, pihaknya telah menetapkan tersangka yaitu WA warga Perumnas Blok 4, Subang yang menjabat sebagai manager PNM ULaMM Subang.

“Saat ini tersangka wajib lapor karena masih dilakukan penyidikan,” ujarnya. Kanit Tipikor Polres Subang, Iptu Harman R. Sitorus menambahkan, PNM ULaMM menyediakan dana kredit untuk rakyat dan seluruhnya merupakan dana pemerintah. “Maka dari itu dikenakan tindak pidana korupsi. Kita berhasil menyita dokumen dari penggeledahan tersebut untuk dijadikan barang bukti hasil tindakan korupsi pelaku,” ujarnya.

Dijelaskan Harman, kasus itu bermula pihaknya mendapaatkan laporan dari nasabah ULaMM Unit Subang yang berlokasi nya di Jalan Pejuang, Subang. Nasabah yang sudah membayar angsurannya ternyata tidak terdata. Sehingga ditagih kembali oleh pihak ULaMM. “Kita akan terus melakukan penyidikan dan tidak menutup kemungkinan bisa terjadi penambahan jumlah tersangka,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Manager PNM ULaMM Cluster Pagaden, Eri mengatakan, dirinya kaget ketika pihak Reskrim dan Unit Tipikor Polres Subang datang mendadak untuk melakukan penggeledahan. “Kita welcome aja, asal tidak mengganggu kenyamanan kinerja kantor. Jika memang ada yang melakukan tindakan korupsi, kami sangat menyayangkan hal tersebut,” pungkasnya.(ygo/man/yaz)

Feeds