Buku Pelajaran Ajarkan Siswa Membunuh Ditarik Juga

Penarikan buku pelajaran berisi radikalisme. | Foto: Radar Karawang

Penarikan buku pelajaran berisi radikalisme. | Foto: Radar Karawang

POJOKSATU.id, KARAWANG – Setelah didesak, Pemkab Purwakarta melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Purwakarta, akhirnya menarik buku pelajaran PAI kelas XI yang dinilai bermuatan radikal. Buku ditarik dari belasan SMA dan SMK di Purwakarta.

“Betul, hari ini mulai kita tarik,” kata Kepala Disdikpora Purwakarta, Andrie Chaerul, didampingi Kabid Dikmen, Diaudin, kemarin.

Menurutnya, penarikan buku tersebut dilakukan setelah pihaknya melakukan kajian terhadap isi buku yang dinilai memuat ?ajaran radikal itu. Hasilnya disepakati buku tersebut harus ditarik lantaran dikhawatirkan? dapat berpengaruh terhadap pola pikir anak didik, khususnya siswa kelas XI.

“Ini sebagai upaya antisipasi,” tandas Andrie.

Setelah ditarik, lanjut dia, buku-buku tersebut kemudian akan diserahkan ke Kementrian Pendidikan Nasional di Jakarta, sebab merupakan aset pemerintah pusat.? Andrie berharap, buku-buku tersebut dapat dimusnahkan, sebab khawatir kembali beredar, entah disengaja atau tidak. “Bagusnya dimusnahkan,” tegas Andrie.

Siapa yang salah dengan beredarnya buku tersebut, Andrie enggan ikut berpolemik. Apalagi buku tersebut juga tersebar di banyak daerah lain di Indonesia. Pastinya, sebut dia ada proses editing yang tidak maksimal sehingga buku yang diduga bernuatan radikal ini bisa lolos dan tersebar ke banyak sekolah.? “Ini juga jadi lahan yang harus dievalusi,” kata Andrie.

Di Purwakarta, tambah Andrie, pemerintah daerah bakal membentuk tim khusus yang bertugas mengkaji muatan setiap buku yang akan didistribusikan ke sekolah. Tim berasal dari banyak unsur diantaranya Disdikpora, Bagian Hukunm Setda Purwakarta, kepolisian, MUI serta tokoh masyarakat.

Ini dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang. Apalagi kasus ini bukan kali pertama terjadi. “Sedang dirancang Perbupnya,” tukas Andrie.

Sebagaimana diketahui, belakangan ramai dibicarakan ditemukannya naskah bermuatan radikal dalam buku pelajaran PAI kelas XI. Di halaman 170 buku tersebut ditulis, “yang tidak menyembah Allah, wajib dibunuh”. Hal ini sontak menuai kritik banyak kalangan, khususnya akademisi. Mereka menyebut buku tersebut berbahaya dan harus segera ditarik dari peredaran.

(nos)

Feeds

WARGA MENOLAK SSA : Spanduk penolakan Sistem Satu Arah (SSA) yang mengatasnamakan Forum RW dan LPM Kelurahan Depok Jaya terpasang di sisi Jalan Nusantara Raya, kemarin malam. Foto : Ahmad Fachry/Radar Depok

Warga Depok Jaya Tolak Sistem Satu Arah

POJOKJABAR.com, DEPOK – Sistem satu arah (SSA) yang diujicoba Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, mulai diprotes. Keladinya, jalan searah tersebut dinilai …