Waduk Jatiluhur Siaga

Waduk Jatiluhur Siaga

POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Tinggi Muka Air (TMA) Waduk Jatiluhur naik. Saat ini sudah memasuki status siaga, menyusul tingginya curah hujan selama sepekan ini di kawasan hulu Sungai Citarum.

“TMA saat ini (kemarin sore) sudah mencapai 107.73 meter di atas permukaan laut (mdpl). Statusnya siaga,” kata Kepala Unit Gakumdu Satuan Polisi Air Polres Purwakarta  Brigadir Suryadi, di Waduk Jatiluhur, Senin (6/5).

Status waduk akan ditingkatkan menjadi siaga 1 kata dia, jika TMA Waduk Jatiluhur mencapai 108 mdpl.  “Jadi sekarang masih menuju siaga 1 dan statusnya masih aman. Kalau sudah mencapai 110 mdpl itu sudah status bahaya,” katanya.

Hanya saja, meski berstatus siaga, kampung yang berada di tengah-tengah Waduk Jatiluhur sudah terendam air.  “Satu kampung di tengah waduk sudah terendam, namanya Kampung Madang karena kampung itu berupa pulau kecil di tengah waduk. Itu sudah jadi langganan terendam,” ujarnya.

Sementar, Direktur Pengelolaan Air PJT II Jatiluhur Harry M Sungguh mengatakan, kondisi air waduk Jatiluhur saat ini masih normal.  “TMA di 108 mdpl itu sudah memasuki siaga 1. Sekarang masih di 107.70 dan mengeluarkan air sebanyak 340 meter kubik per detik,” jelas Harry saat dihubungi wartawan.

Meski berstatus siaga, kata Harry, itu tidak akan jadi penyebab banjir di kawasan hilir Sungai Citarum seperti di kawasan Karawang dan Bekasi. Karena ketika air dari Jatiluhur masuk ke Bendungan Walahar Kabupaten Karawang sebesar 340 meter kubik per detik, akan berkurang ketika air keluar dari Bendungan Walahar. “Ketika limpasan air keluar dari Bendungan Walahar itu akan berkurang menjadi 241 meter kubik per detik, karena limpasan air sebelumnya sudah dialirkan untuk keperluan irigasi di Saluran Tarum Barat dan Timur,” paparnya.

Adapun sisi positif dari TMA, kata dia, itu bisa dimanfaatkan untuk menyimpan cadangan air, mengingat musim kemarau akan segera tiba. “TMA tinggi ini bisa juga untuk cadangan air menghadapi musim kemarau nanti,” tutupnya.

Sementara di Karawang, menurut Kabid Penanggulangan Bencana Dinas Sosial dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Karawang Supriatna, meski saat ini kondisi waduk Jatiluhur hampir menginjak status siaga 1, namun bagi wilayah Karawang diprediksi belum akan berdampak apapun. “Kondisi saat ini Karawang masih aman,” ujarnya saat dihubungi Radar Karawang, Senin (6/4).

Berdasarkan data yang berhasil diperolehnya dari PJT II pukul 07.00 TMA Jatiluhur 107,62 mdpl. Lalu untuk Sungai Citarum mulai tinggi, itu lantaran adanya buangan dari Bendung Walahar 339.054 m3/dtk pada pukul 19.00.

Sedangkan untuk Syphon Cibeet masih dalam kategori aman yakni TMA nya berada di 11,75 mdpl. “Sekarang kita masih aman, meski Jatiluhur ada limpasan,” urainya.

Lebih jauh Supriatna menuturkan, banjir di Karawang lebih dominan dipengaruhi oleh luapan Sungai Cibeet.

Sehingga jika sungai tersebut masih dalam kondisi aman maka Karawang masih aman meski Sungai Citarum tinggi. “Walaupun air Citarum tinggi tapi Cibeet aman, Karawang tetap aman. Tapi kalau Cibeet tinggi itu yang kita waspadai,” jelasnya.

Menurutnya, jika nanti Waduk Jatiluhur menginjak status siaga 1, dan aliran Sungai Citarum dalam status waspada. Ia meminta warga Karawang untuk tidak panik. “Kalau nanti siaga 1, Karawang tidak ada yang terendam,” tandasnya. (vid/awk)

Feeds