Pusat Harus Kaji Pengganti Pelabuhan Cilamaya

Berita Terkini Karawang,

Ilustrasi Pemetaan Pelabuhan Cilamaya

POJOKSATU.id, GARUT-Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) meminta pemerintah pusat segera mengkaji lokasi pembangunan pelabuhan di utara Jabar. Seperti diketahui, Wakil Presiden Jusuf Kalla memastikan pembatalan pembangunan Cilamaya, di Kabupaten Karawang.

Sebagai gantinya, pemerintah pusat berencana membangun pelabuhan di Subang atau Indramayu. Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar mengatakan, pembangunan pelabuhan di utara Jabar ini sangat penting untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

“(Pembangunan pelabuhan) harus cepat,” kata Deddy usai melakukan inspeksi mendadak di Garut, Senin (6/4). Dia menjelaskan, dengan hadirnya pelabuhan tersebut, akan memicu pertumbuhan industri baru.

“Ini juga utk mendorong pertumbuhan Priangan timur di bagian utara. Sudah harus ada pelabuhan, karena arus barang sudah sangat tinggi,” paparnya.

Kepala Dinas Perhubungan Jabar, Dedy Taufik mengatakan, pihaknya mendesak pemerintah pusat segera melakukan kajian terkait pembangunan pelabuhan pengganti Cilamaya. “Pelabuhan penting, harus segera dilakukan studi di mana titik-titiknya. Yang penting ke arah timur, bisa Subang atau Indramayu,” kata Dedy di tempat yang sama.

Dedy menilai, koordinasi berbagai pihak harus terus dilakukan agar segera dikaji pembangunan pelabuhan pengganti Cilamaya ini. “Kita jangan melempem, harus desak terus, koordinasi secepatnya. Studi akan dilakukan kementerian di beberapa titik tadi,” katanya.

Deddy pun mengatakan, keberadaan pelabuhan di utara Jabar ini sangat penting untuk men-trigger pertumbuhan ekonomi. “Kita harus dukung biar cost produksinya akan berkurang. Karena kalau lewat darat mahal,” katanya.

Sementara itu, Deddy Mizwar mengatakan, saat ini sedang dibangun kanal Cikarang-Bekasi-Laut yang diharapkan bisa beroperasi pada 2016 mendatang. Kanal tersebut menjadi solusi ampuh sambil menunggu dibangunnya pelabuhan tersebut.

“Jadi arus barang pakai tongkang, enggak semua lewat darat. Di 2017-nya, dari Cikarang diperpanjang ke Cikampek. Sementara itu, Pelindo juga membangun pelabuhan Cirebon,” bebernya.

Dengan dibangunnya kanal tersebut, Deddy optimistis arus distribusi barang berjalan lancar. “Satu tongkang masuk kontainer. Kalau diangkut pakai truk, bisa tiga kilometer panjangnya. Kalau ada 100 tongkang, berarti 300 kilometer mengurangi kemacetan. Jadi kepadatan jalan tol berkurang, mobilitas lebih tinggi,” paparnya.

Dedy Taufik menambahkan, pembangunan kanal tersebut mencapai sekitar 47 kilometer. Dengan begitu, kata dia, pergerakan arus barang akan lebih mudah karena dari Cikarang bisa langsung dikirim ke luar negeri.

“Itu kaitannya nanti pergerakan logistik itu port to port, tidak melalui Tanjung Priok. Jadi kita bukan feeder lagi, tapi port to port. Pergerakan ini harus sudah mulai beralih dari angkutan jalan raya ke laut,” katanya. (agp/yaz)

Feeds