Partai Gerindra Lirik Ahmad Heryawan, Puji-Puji Aher Berprestasi Hingga Elektabilitas Tinggi

Gubernur Jawa Barat saat memegang piagam penghargaan prestasi kinerja tertinggi dari Kementrian Dalam Negeri pada puncak peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke XXI tahun 2017, Selasa (25/4/2017)

Gubernur Jawa Barat saat memegang piagam penghargaan prestasi kinerja tertinggi dari Kementrian Dalam Negeri pada puncak peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke XXI tahun 2017, Selasa (25/4/2017)

Cari Aman

“Dia punya rekam jejak sebagai gubernur dua periode yang sukses dan punya begitu banyak penghargaan. Bukan hanya dari pemerintah, tapi keberadaan beliau di Jabar betul-betul dirasakan,” kata Andre.

Beberapa contoh prestasi yang sudah dilakukan Aher yakni, membangun ribuan kilometer jalan, menghidupkan lampu yang dulu Jabar terkenal byar-pet, sekarang sudah tidak lagi.

“Banyak prestasi Pak Aher. Tentu ini jadi salah satu pertimbangan,” imbuhnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Ahmad Heryawan akhirnya secara tegas menyatakan kesiapannya untuk maju dalam kontestasi pemilihan presiden dan wakil presiden pada 2019 mendatang.

Kesiapan tersebut disampaikan Aher sapaannya ketika ditanya wartawan di Bandung, Rabu (11/7).

“Saya siap maju dalam pilpres 2019 mendatang. Siap sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden,” kata Aher ini.

Menurutnya, kesiapan itu tidak berdiri sendiri karena berhubungan pula dengan koalisi partai politik yang mengusung.
“Sebagai kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saya akan terus mengikuti mekanisme yang dijalankan partai sampai keputusan terakhir,” tegasnya.

Meski begitu, Aher mengaku terus menjalin komunikasi dengan kandidat atau tokoh yang juga dijagokan untuk menjadi Capres dan Cawapres.

“Kecuali pada suatu saat, mungkin ketika kita bertemu dengan tokoh yang juga dijagokan untuk kandidat nasional, mungkin ya akan diketahui oleh publik nanti. Insyaalloh terus kita lakukan silaturahmi dengan niat untuk kebaikan Bangsa ini,” ucapnya.

Lalu, terkait dengan PKS yang masih belum memutuskan kadernya untuk Capres atau Cawapres, Aher memandang bahwa hal tersebut tentu wajar karena untuk menjadi Capres atau Cawapres yang diusung PKS terbuka bagi siapa pun kader yang dianggap pantas.

“Saya kira kesempatan ini terbuka pada siapa pun. Tentu kita terus melakukan komunikasi dengan pihak manapun.  Komunikasi tertutup setelah tanggal 10 Agustus. Sepanjang tanggal 10 belum ada pencapresan belum konkrit,  ya berarti tunggu sampai konkrit dan di tanggal 10 Agustus 2018,” pungkasnya.

(bon/rmol/pojokjabar)


loading...

Feeds