Masa Tenang Pilkada, Dedi Mulyadi: Kondangan Itu Tradisi, Nggak Kasih Amplop Disangka Pelit

Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi.

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA– Masa kampanye Pilgub Jabar berjalan dengan baik dan kondusif. Kini, sudah memasuki masa tenang. Cawagub Jabar Dedi Mulyadi apresiasi profesionalitas aparat keamanan dalam mengawal proses demokrasi di tatar Pasundan ini.

Saya ucapkan terimakasih kepada jajaran Polda Jabar, Kodam III Siliwangi dan Pemprov Jabar yang telah bertindak profesional sehingga proses Pilkada bisa berjalan seperti yang telah direncanakan dan diharapkan,” ujar Dedi Mulyadi saat dihubungi RMOLJabar (Pojosatu.id group), Minggu (24/6).

Selama proses Pilkada ini, Ia mendapatkan perlakuan yang profesional, baik dalam kegiatan kampanye atau dalam kegiatan-kegiatan lain yang didalamnya menempel anggota kepolisian sebagai pengamanan pribadi.

Baca:

 

“Semoga perjalanan pemilihan gubernur dan wakil gubernur ini berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan dan bisa bermanfaat bagi masyarakat Jawa Barat,” ucapnya.

Mantan Bupati Purwakarta dua periode itu juga mengungkapkan, pada masa tenang ini ada puluhan undangan hajatan warga di sejumlah wilayah di Jawa Barat untuk dirinya.
“Mungkin ada sebagian yang saya bisa datang dan ada sebagian yang saya tidak bisa datang. Kami mohon Panwas jangan menafsirkan kondangan itu money politic yah, karena itu memang tradisi. Kalau saya kondangan tidak ngasih amplop nanti disangkanya Dedi Mulyadi yang pelit,” paparnya.

 

“Selain itu jika ada warga yang meninggal dunia kan biasa ngisi koropak itu juga sama, jangan ditafsirkan money politic. Kegiatan lainnya? yah ngurus ternak domba dan ayam, saya mah kang orang kampung,” imbuhnya.

(fiq/rmol/pojokjabar)

 


loading...

Feeds