Panwaslu Sukabumi Usul Para Paslon Bayar Zakat di Lembaga Zakat Pemerintah, Demi Hindari Prasangka Buruk?

Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

POJOKJABAR.com, SUKABUMI– Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Sukabumi mengusulkan agar seluruh paslon peserta Pilkada untuk membayarkan zakat di lembaga yang ditunjuk oleh pemerintah terkait pengelolaan zakat.

Hal itu untuk menghindari hal -hal tak diinginkan. Termasuk prasangka buruk dari orang lain.

“Harapan kami, Panwaslu dan KPU, setiap paslon membayar zakat melalaui lembaga yang ditunjuk oleh pemerintah dalam pengelolaan zakat,” ujarnya, Kamis (7/6).

Baca:

Baznas Kota Bekasi Salurkan Dana Zakat Rp1.016.000.000

Baznas Tasikmalaya Dukung Pemotongan 2.5% Sebagai Zakat Profesi

Kemenag: Bayar Zakat Fitrah Jangan Mepet Lebaran

Sehingga, setiap paslon tidak memberikan secara langsung kepada masyarakat. Apalagi, status paslon tersebut melekat sebagai calon wakil kota dan wakil wali kota. “Saya rasa hindari memberikan zakat kepada masyarakat biasa. Lebih baik memberikan melalui badan zakat yang resmi oleh pemerintah,” ucapnya.

Walaupun secara aturan, hal tersebut tidak dilarang. Namun semua itu, kembali lagi kepada harapan penyelenggara pemilu.

“Kita tidak bisa mengimbau, sebab tak ada aturannya. Ini hanya sekadar harapan kami,” ungkapnya.

Apalagi, dalam kondisi Pilkada sepertu saat ini, tanggapan masyarakat bisa berbeda-beda. Jadi, lebih baik sadar bersama-sama.

“Semoga semua paslon bisa sama sama mrngerti dalam proses pemberian zakat,” pungkasnya.

(nie/rmol/pojokjabar)


loading...

Feeds