Dedi Mulyadi Siap Gulirkan Asuransi bagi Pekerja Informal di Jawa Barat

Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ./Foto: Istimewa

Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com,PURWAKARTA– Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi siap menggulirkan program asuransi untuk pekerja informal di Jawa Barat. Sektor pekerjaan ini menurut dia sangat membutuhkan advokasi dari pemerintah.

Hal tersebut dia ungkapkan saat bertemu dengan Ernah (62), seorang pemulung di Kota Bekasi. Tepatnya di Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Selasa (22/5/2018).

Menurut mantan Bupati Purwakarta tersebut, Negara harus hadir di tengah kehidupan para pekerja informal. Apalagi, jika para pekerja itu menghadapi hari tua.

“Sejak awal saya katakan, harus ada perlindungan dan jaminan untuk para pekerja informal di hari tua mereka. Pemerintah harus hadir,” kata Dedi.

Baca:

Secara teknis, asuransi tersebut bisa berupa asuransi kesehatan dan jaminan pendidikan untuk anak-anak para pekerja informal. Selain itu, akses terhadap perumahan pun harus diberikan oleh pemerintah untuk mereka.

“Bentuknya bisa jaminan kesehatan khusus pekerja informal. Pendidikan anak-anak mereka juga harus diperhatikan. Ditambah, mereka sangat butuh akses mendapatkan perumahan, itu harus kita dorong,” ujarnya.

Kisah Mak Ernah

Sebagai pemulung, Mak Ernah (62) menceritakan kegetiran hidupnya kepada Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Di hari tua, dirinya masih harus mengais rezeki di tempat-tempat kotor demi sesuap nasi.

Ikhtiar harian ini terpaksa dia lakukan karena sang suami sudah tidak bisa bekerja. Selain karena usia lanjut, masalah kesehatan menjadikan suaminya tidak bisa keluar rumah.

“Hasil mulung paling cukup buat makan sehari-hari. Suami sudah gak kerja. Repot pak, rumah sering kebanjiran,” katanya.

Menurut Dedi Mulyadi, usia yang sudah tidak produktif memang sering menjadi beban keluarga. Karena itu, dirinya memandang penting kebijakan asuransi ini untuk disegerakan pemberlakuannya.

“Harus disegerakan ini, Mak Ernah lain sangat banyak di Jawa Barat. Teknisnya, ada kerja sama pemerintah kabupaten/kota dengan provinsi soal basis data yang kuat. Sehingga program ini bisa tepat sasaran,” pungkasnya.

(adw/pojokjabar)

loading...

Feeds