Paslon Belum Laporkan Akun Medsos

Pilkada Kota Bekasi Diikuti Dua Bakal Calon Pasangan./Foto: KPU Kota Bekasi

Pilkada Kota Bekasi Diikuti Dua Bakal Calon Pasangan./Foto: KPU Kota Bekasi

POJOKJABAR.com, BEKASI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi meminta paslon wali kota dan wakil wali kota serta tim pemenangan segera melaporkan lima akun medsos yang digunakan untuk kampanye.

“Paling cepat akun-akun medsos sebenarnya didaftarkan sehari sebelum pelaksanaan kampanye. Tapi, Kami tidak menentukan paling lambat didaftarkan kapan,” ungkap Ketua KPU Kota Bekasi Ucu Asmara Sandi.

Saat didaftarkan, KPU langsung meneruskannya kepada Panwaslu. Ucu mengatakan, dengan tembusan kepada Panwaslu itu nantinya dapat sekaligus digunakan untuk mengawasi akun-akun untuk kampanye tersebut.

Ia juga mengingatkan potensi persebaran informasi hoaks dari akun-akun tidak resmi selama pelaksanaan Pilkada mendatang. Akun-akun yang terdaftar secara resmi ke KPU dan Panwaslu biasanya memang hanya digunakan untuk menyuarakan program paslon berkampanye.

“Yang merepotkan biasanya bukan akun yang resmi alias akun tidak resmi dan tidak terdaftar. Kalau lima akun terdaftar ini pasti isinya baik-baik. Akun-akun yang melanggar ketentuan, Panwaslu sendiri yang akan menindak. Baik secara pidana maupun administrasi,” jelasnya.

Jika terbukti menyebarkan ujaran kebencian lewat akun medsos yang didaftarkan, bisa berimbas kepada pasangan calon dan berakibat didiskualifikasi. Meski dinyatakan menang. “Untuk akun yang tidak didaftarkan sendiri akan ditindak langsung kepada pelaku,” imbuhnya.

Ketua Panwaslu Kota Bekasi, Tommy Siswanto mengatakan, media sosial dapat dimanfaatkan sebagai ruang sosialisasi bagi paslon. Dengan catatan tidak boleh mengandung unsur fitnah, menghasut, provokasi, mempermasalahkan NKRI dan tidak mengandung SARA.

“Jangan sampai ada informasi media sosial yang saling menghasut,” tuturnya.

Ia mengatakan, tim kampanye akan melaporkan lima akun medsos yang digunakan untuk kepentingan kampanye. Pihaknya akan mengawasi akun medsos tersebut diperuntukkan dengan baik atau tidak.

“Harapannya agar tim menggunakan akun tersebut secara baik dan tidak menimbulkan ujaran kebencian, seperti sara dan fitnah,” katanya.

Ia mengatakan, untuk akun yang tidak dilaporkan, pihaknya juga tetap akan mengawasi. Jika ada dugaan pelanggaran, maka akan kami tindak lanjuti.

“Bisa ke Kominfo atau kepada kepolisian langsung untuk menindak akun abal-abal tersebut,” tandasnya.

(sar)


loading...

Feeds