Petani Kok Susah Dapat Beras? Cawagub Jabar Dedi Mulyadi Punya Cara Jitu Atasi Beras Mahal

Mak Iwik, nenek berusia 131 tahun warga Tasikmalaya saat berbincang dengan Dedi Mulyadi./Foto: Istimewa

Mak Iwik, nenek berusia 131 tahun warga Tasikmalaya saat berbincang dengan Dedi Mulyadi./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com, INDRAMAYU – Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi punya cara jitu agar rakyat kecil tidak mengalami harga beras mahal, terutama kalangan petani.

Petani, menurut Dedi, seharusnya mendapat keistimewaan lebih dibanding kelompok masyarakat lain karena posisi petani sebagai produsen beras.

Apalagi di daerah penghasil padi seperti Indramayu, sangat disayangkan menurut Dedi jika masih ada warga mengeluhkan beras mahal.

Lalu apa solusi Dedi Mulyadi untuk mengantisipasi hal tersebut?

Dedi mengungkapkan jika dirinya terpilih di Pilgub Jabar 2018 nanti, ia akan menerapkan sistem distribusi dan pengupahan yang memihak pada petani dan rakyat kecil. Seperti apa?

“Misalnya ada gabah 1.000 ton, simpan dulu di daerah penghasil, dihitung berapa kebutuhan daerah itu, jangan dibawa dulu ke kota,” ujar Dedi seperti dilansir sindonews.com saat mengunjungi Indramayu, Minggu (18/2/2018).

Menurut Cawagub Jabar dari Deddy Mizwar ini, harga beras jadi mahal itu dikarenakan distribusi yang sangat panjang sehingga menyebabkan biaya produksi membengkak.

Oleh karenanya pemetaan kebutuhan beras di setiap daerah harus terdaya dengan sangat tepat dan detil sehingga pola distribusi dan pengupahan bisa efisien dan efektif.

“Alur ini harus segera dibenahi. Masak sih di daerah penghasil beras, kok berasnya mahal terus,” katanya.

(sta/pojokjabar)


loading...

Feeds