Salam Jari yang Tertukar di Pilkada Kota Bekasi 2018

Kiri ke kanan, Tri Adhianto Tjahyono, Rahmat Effendi, Nur Supriyanto, dan Adhy Firdaus Saady mengangkat nomor urut hasil pengundian KPU Kota Bekasi, kemarin. Foto Raiza Septianto/Radar Bekasi

Kiri ke kanan, Tri Adhianto Tjahyono, Rahmat Effendi, Nur Supriyanto, dan Adhy Firdaus Saady mengangkat nomor urut hasil pengundian KPU Kota Bekasi, kemarin. Foto Raiza Septianto/Radar Bekasi

POJOKJABAR.com, BEKASI – Paslon wali kota petahana, Rahmat Effendi-Tri Adhianto Tjahyono terpaksa harus mengubah salam jari di kampanye mereka. Kalau selama ini mengampanyekan salam dua jari, kini salam tersebut justru milik paslon Nur Supriyanto-Adhy Firdaus Saady. Kebalikannya, Rahmat Effendi-Tri Adhianto harus terima dengan salam satu jari.

Itu lantaran dalam pengundian nomor urut paslon oleh KPU Kota Bekasi, kemarin, Rahmat Effendi-Tri Adhianto mendapat nomor urut satu. Sedangkan Nur Supriyanto-Adhy Firdaus Saady mendapat nomor urut dua.

Penentuan nomor urut dilakukan dengan memilih ketupat berisi antrean. Selanjutnya perwakilan kedua paslon memilih pipa hitam yang berisi nomor urut.

Saat proses pengundian nomor urut, acara terpaksa diskors selama 10 menit. Pasangan calon Nur Supriyanto-Adhy Firdaus yang diusung PKS dan Gerindra memprotes cara pengambilan nomor urut yang digagas KPU Kota Bekasi.

Pertama untuk mengambil urutan pengambilan nomor urut. Kedua mengambil nomor urut yang akan digunakan pada kertas suara, dengan urutan pengambilan dari hasil pengambilan ketupat pertama.

Kubu Nur Supriyanto-Adhy Firdaus protes karena menilai cara itu tidak transparan dan berbeda secara panjang ketupat.

Mereka memberikan ide kepada KPU agar menggunakan mekanisme yang lebih sederhana dan transparan seperti pengundian di wadah kaca.

“Soal mekanisme ini memang tidak diatur, namun agar tidak ada yang merasa dicurangi kita akan masukkan nomor di depan rapat pleno ini. Kenapa kita pakai ketupat? Karena ini muatan lokal dan dekat dengan warga Bekasi,” kata Ketua KPU Bekasi Ucu Asmara Sandi dalam rapat. Pada akhirnya, mekanisme berjalan sesuai keputusan KPU.

Komisioner KPU Kota Bekasi, Syarifudin mengatakan, nomor urut yang telah ditentukan itu telah diperbolehkan digunakan untuk semua kegiatan Pilkada 2018.

“Kami akan mulai melakukan pencetakan Alat Peraga Kampanye (APK) setelah penentuan nomor urut paslon,” kata Syarifudin.

Di tempat yang sama, calon Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi bersyukur mendapatkan nomor urut satu.

“Tuhan menakdirkan saya dengan Pak Tri dikasih nomor satu. Jadi kami bersyukur aja lah,” kata pria yang akrab disapa Pepen ini.

Hal yang sama diungkapkan calon Wali Kota Nur Supriyanto. Meski pihaknya memprotes mekanisme pengundian yang dilakukan KPU Kota Bekasi, hasil ini tetap diterimanya.

“Bismillah, berapa pun nomornya ini jadi berkah buat saya. Kami mulai dengan cara-cara baik dan fair, bisa jadi berkah buat saya dan Pak Adhy,” kata Nur.

(sar)


loading...

Feeds

Michael Essien

Michael Essien Tetap di Persib Bandung

Rumor hengkangnya Michael Essien dari Tim Persib Bandung terbantah sudah. Pemain berjuluk Bison itu kembali berlatih bersama skuad Maung Bandung …
Kepala smpn 1 Sumber, Heri Purnama (berdiri) saat melakuka monitoring pelaksanaan simulasi UNBK. Foto: Dede/pojokjabar.com

SMPN 1 Sumber Siap Laksanakan UNBK

POJOKJABAR.com, CIREBON – Jelang pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer untuk tahun ke 2, SMPN 1 Sumber terus berbenah, dari mulai …
Anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari Komisi 1, Sukaryadi. Foto: Dede/pojokjabar

Pemberhentian Kuwu, Sunjaya Dinilai Arogan

POJOKJABAR.com, CIREBON -Pemberhentian sementara kuwu Gempol Didi oleh Bupati Cirebon, dengan surat keputusan Bupati nomor 141.1/Kep.82-DPMD/2018 yang ditanda tangani Sunajaya Purwadisastra …