Loh, Deklarasi Tolak, Lawan Politik Uang dan Politisir Sara, Paslon Pilih Walk Out

POJOKJABAR.com CIREBON– Deklarasi tolak dan lawan politik uang dan politisir sara, yang diselenggarakan oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Cirebon, mengundang seluruh pasangan calon, Muspida, SKPD dan Panwascam se Kabupaten Cirebon. Namun, saat berjalannya acara tersebut Paslon memilih keluar dari tempat acara.
Dari pantauan Pojokjabar.com, aksi walk out ketiga Paslon ini didasari tidak hadirnya Paslon Petahan Sunjaya Purwadi Sastra di acara tersebut. Paslon yang hadir menganggap acara membubuhi cap tangan pada kain kosong sebagai bentuk deklarasi, tidak sah karena tidak dihadiri satu Paslon. Ketiga calon bupati seperti, Rahmat, Yayat Ruhyat langsung berinisiatif meninggalkan ruang, disusul oleh pasangan Kalinga dan Dian Hernawa Susanti.

Masih ditempat yang sama, calon Wakil Bupati Cirebon Qomar, Mohamad Luthfi memilih tidak untuk meninggalkan ruangan dan mau membubuhkan cap tangan di tempat yang sudah di sedikan oleh panitia. Tidak beberapa lama kemudian pasangan calon Bupati Kalinga dan Dian Hernawa Susanti memilih kembali ke lokasi deklarasi dan membubukan cap tangan nya diatas baliho yang sudah disediakan panitia.

Salah satu tim sukses pasangan calon yang enggan disebutkan namanya mengatakan, deklarasi ini sebenarnya untuk 4 pasangan calon yang sudah ditetapkan oleh KPU, namun hanya dihadiri oleh 3 pasangan calon saja, dirinya beranggapan deklarasi ini harus dihadiri oleh 4 pasangan calon.

“Pada kenyataannya satu calon yang tidak hadir, pertanyaannya ada apa dan apa yang ditakuti oleh petahana kalau tidak hadir pada deklarasi ini,” ujarnya singkat.

(dkw/pojokjabar)


loading...

Feeds

ASN-di-Kota-Depok

Sebar Ujaran Kebencian, ASN Dipecat

Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Depok, wajib hati-hati menggunakan media sosial. Karena, jika ASN kedapatan menyebarkan hoax atau …