Koalisi PKS-Gerindra di Pilkada Kota Bekasi Cium Aroma Kemenangan

Bakal Pasangan Calon Wali Kota Bekasi dan Wakil Wali Kota Bekasi Nur Supriyanto dan Adhy Firdaus melakukan sesi foto bersama dengan pimpinan partai politik PKS dan Gerindra usai pendaftaran calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota di KPU Kota Bekasi. Foto Raiza Septianto/Radar Bekasi

Bakal Pasangan Calon Wali Kota Bekasi dan Wakil Wali Kota Bekasi Nur Supriyanto dan Adhy Firdaus melakukan sesi foto bersama dengan pimpinan partai politik PKS dan Gerindra usai pendaftaran calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota di KPU Kota Bekasi. Foto Raiza Septianto/Radar Bekasi

POJOKJABAR.com, BEKASI – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bekasi 2018 mulai memanas. Pasalnya, Bakal calon pasangan (bapaslon) Wali dan Wakil Kota Bekasi Nur Supriyanto-Adhy Firdaus Saady tak gentar hadapi Koalisi Patriot Bersatu. Keduanya bahkan secara gamblang akan head to head kendati sang lawan didukung banyak partai politik (parpol).

Nur dan Adhy maju dalam pesta demokrasi Kota Bekasi diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Gerindra. Kedua parpol menjalin kesepakatan politik persis dengan kebijakan di masing-masing DPP.

Nur mengatakan, Kota Bekasi adalah salah satu wilayah yang tingkat demokrasi sangat tinggi. Terlebih, masyarakat kian cerdas dalam menentukan pilihannya. Menurutnya, kondisi itu akan membawa keuntungan bagi pasangannya.

“Masyarakat Kota Bekasi adalah masyarakat yang sangat cerdas. Tentunya sudah tahu betul memilih calon pemimpin mana yang baik dan mana yang bukan,” ujar Nur, kemarin (11/1/2018).

Dia menilai, koalisi yang diusung petahana tak membuatnya gigit jari. Bahkan, ia siap pasang badan untuk memenangkan Pilkada Kota Bekasi 2018. Baginya, kemenangan dalam pesta demokrasi bukan diukur dari banyaknya dukungan parpol. Melainkan dari kepercayaan masyarakat ketika memasuki Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Tidak ada yang berat. Bahkan saya siap memimpin Bekasi sepuluh tahun ke depan. Buat kami tidak ada yang berat. Karena, pemilihan ada di TPS, bukan di parpol,” tegas dia.

Pilkada Kota Bekasi menjadi salah satu wadah kontestasi bagi kesetiaan Koalisi Merah Putih (KMP). Hanya saja, PKS dan Gerindra harus rela tanpa diikuti oleh PAN di Pilkada Kota Bekasi. Padahal, ketiga parpol begitu solid ketika memenangkan Pilkada DKI.

Adhy menilai, PKS dan Gerindra mememiliki visi dan misi yang solid. Kendati demikian, ia tak ingin terlalu jauh menanggapi fenoma PAN yang mendukung petahana.

“PKS dan Geridnra sangat solid. Karena, DPP sangat harmonis. Adanya pasangan calon (Nur dan Adhy) itu, bukan rekyasa kami. Allah yang merekayasa kamu untuk memimpin Bekasi,” jelas Adhy.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kota Bekasi Heri Koeswara mengaku mencium aroma kemenangan dari paslon Nur-Adhy. Pasalnya, PKS dan Gerindra tak absen melahirkan kader sebagai calon pemimpin. Sebaliknya, ia mengkritik parpol dalam Koalisi Patriot Bersatu yang terkesan tengah mengalami degradasi calon pemimpin.

“Ketika semua parpol kesulitan melahirkan calon pemimpin, PKS dan Gerindra justru menyetok calon pemimpin yang siap membangun Kota Bekasi,” kata Heri.

Heri menegaskan, PKS dan Gerindra tak pernah kekurangan calon pemimpin daerah. Terutama calon yang memiliki klasifikasi lebih baik dari pemimpin sebelumnya. Heri menegaskan, siap bertarung secara fair.

“Oleh karena itu,kami beserta jajaran pengurus bersyukur adanya fenomena politik yang sangat memberikan pelajaran berharga di Kota Bekasi,” tandasnya.

(sar)


loading...

Feeds