Wilayah Barat Sumedang Rawan Pemilih Dadakan

KAWASAN BARAT: KPU memberikan perhatian penuh untuk verifikasi faktual di kawasan Barat Sumedang seperti Jatinangor dan Cimanggung, karena dua wilayah ini banyak warga pendatang. Tampak lanskap Jembatan Cincin Jatinangor dengan latar belakang apartemen. DOk Radar Sumedang

KAWASAN BARAT: KPU memberikan perhatian penuh untuk verifikasi faktual di kawasan Barat Sumedang seperti Jatinangor dan Cimanggung, karena dua wilayah ini banyak warga pendatang. Tampak lanskap Jembatan Cincin Jatinangor dengan latar belakang apartemen. DOk Radar Sumedang

POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Jelang pelaksanaan Pilkada serentak 2018, KPU Sumedang mensinyalir daerah barat Sumedang yang mayoritas merupakan warga pendatang dari berbagai daerah rawan pemilih siluman atau dadakan.

Hal tersebut menjadi perhatian KPU Sumedang yang dalam waktu dekat ini akan melakukan pendataan. Ada beberapa wilayah yang menjadi titik rawan dalam proses pendataan tersebut menurut KPU berada di wilayah Sumedang bagian barat. Di antaranya Kecamatan Jatinangor dan Cimanggung.

“Untuk wilayah tersebut memang pendataannya harus betul-betul dilakukan. Karena nanti kan tidak hanya pilbup saja, tapi ada Pilgub juga,” ujar Junan saat ditemui Radar Sumedang (Pojoksatu.id Group) di KPU Sumedang selasa (12/12/17) Junan pun mengklaim yang menjadi tantangan bagi KPU di dua kecamatan tersebut dikarenakan banyaknya warga pendatang atau masyarakat urban.

“Cimanggung itu banyak buruh pabrik dan industri. Sementara di Jatinangor banyak mahasiswa, oleh karena itu lanjut Junan, salah satu yang menjadi kekhawatiran KPU adalah dengan adanya kemungkinan pemilih dadakan. Akan tetapi, hal tersebut masih dapat diantisipasi karena pemilih harus membawa KTP elektronik,” jelasnya.

“Namun sebelumnya harus daftar dulu ke PPS dan PPK,” tukas Junan. Selain itu, sambung Junan, dibanding periode sebelumnya, KPU merasa lebih banyak tantangan pada saat ini. Apalagi di Kecamatan Jatinangor saat ini banyak berdiri apartemen. Bahkan Jatinangor dan Cimanggung dilihat merupakan daerah urban.

“Secara umum sudah dipetakan. Disini ada tiga prinsip, penyelenggara, pemilih dan peserta. Kalau ini ada, semua akan berjalan secara demokrasi. Tantangannya saat ini bagi kami adalah meningkatkan partisipasi pemilih sehingga menghasilkan pemimpin yang legitimate,” tutup Junan.

(RBD/cr1/pojokjabar)


loading...

Feeds

Rahmat Effendi-Tri Adhianto

Ini Program 100 Hari Kerja Rahmat-Tri

Kepala daerah terpilih periode 2018-2023 hasil rekapitulasi suara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi, Rahmat Effendi-Tri Adhianto Tjahyono, telah menyusun …