Menerka Siapa Pemenang Pilwalkot Sukabumi 2018

Ilustrasi Pilwalkot sukabumi 2018

Ilustrasi Pilwalkot sukabumi 2018

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – Waktu menuju pendaftaran Bakal Calon (Balon) Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Sukabumi, tinggal satu bulan lagi.

Pada 8 Januari mendatang, setiap setiap pasangan calon yang diusung partai koalisinya, masing-masing harus sudah mendaftar. Spekulasi tentang paket pasangan pun sudah bermunculan dan mengkerucut.

Meskipun, konstalasi tersebut masih bisa berubah di detik-detik akhir jelang pendaftaran. Apalagi saat ini, setiap baik calon maupun partai politik masih melakukan komunikasi agar bisa menggaet partai lain untuk bergabung.

Jika tak ada perubahan, skema pasangan pun sudah terbentuk. Yang sudah dipastikan misalnya koalisi PKS-Demokrat dengan usungan Achmad Fahmi-Andri Setiawan Hamami (Faham).

Meskipun, Surat Keputusan (SK) yang baru turun baru dari Demokrat saja.Sementara PKS masih menunggu SK turun.

Grafis Pilwalkot Sukabumi 2018

Grafis Pilwalkot Sukabumi 2018

Kemudian, ada paket Koalisi Gotongroyong yang dimotori PDI Perjuangan dan PKB.
Untuk calonnya sendiri, paket Hanafie Zain dan Anton Rachman (Harkat) santer bakal dipasangkan.

Ada juga koalisi Masagi (PAN-PPP) dan NasDem, kabar terbaru bakal memaketkan mantan Wakil Walikota Sukabumi, Mulyono dengan Ketua PPP, Ima Selamet.

Untuk menyatukan keduanya memang bukan hal yang mustahil. Pasalnya, antara koalisi Masagi dan NasDem sudah menemukan kesepahaman meskipun belum tertuang dalam MoU deklarasi koalisi.

Itu artinya, dengan status keduanya yang merupakan ketua partai tidak akan sulit. Koalisi terakhir terbilang sangat solid. Dari awal membuat komitmen, Gerindra dan Hanura masih tetap erat.

Tak ayal, muncul oponi bahwa Dedi R Wijaya sebagai ketua Partai Gerindra bakal bersanding dengan Bayu Waluya yang juga merupakan Ketua Partai Hanura.

Dengan melihat kekuatan dari setiap koalisi, terbilang sama kuatnya. Soalnya, hampir semua diusung dengan jumlah tujuh kursi. Hanya Gerindra dan Hanura saja yang memiliki delapan kursi.

Tapi kalau Golkar bergabung ke salah satu koalisi, mungkin akan membuat cerita baru. Karena sampai saat ini, arah Partai Golkar dengan calonnya yakni Joan Arizona masih misterius.

Apakah akan berlabuh di partai yang sudah berkoalisi, atau memang nanti akan menjadi pendukung. Tapi yang jelas, saat ini mereka masih melakukan komunikasi politik dengan setiap balon. Misalnya dengan Hanafie Zain ataupun dengan Mulyono.

“Dinamikanya saat ini masih berjalan. Tapi, jika kempat paslon ini
maju, sudah bisa mengsung. Karena, keempatnya sudah memenuhi sarat 20 persen suara. Untuk paket Faham, tinggal menunggu deklarasi saja. Tinggal menarik partai yang akan menjadi pendukungnya jika diperlukan. Kalaupun tidak Demokrat empat kursi dan PKS tiga kursi itu sudah bisa mengusung,” tutur Pengamat Kebijakan Publik dan Politik, Asep Deni kepada Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar).

Mengenai dengan paslon Mulyono-Ima yang santer diisukan itu, bisa menjadi kenyataan. Lantaran menurutnya, keberadaan Ima muncul di internal koalisi Masagi yang diisi oleh PPP dan PAN dan Mulyono dari NasDem. Ditambah menurutnya, Ima adalah Ketua DPC PPP Kota Sukabumi yang memiliki peluang yang sangat bagus secara politik.

“Pa Mulyono tetap mematok F1. Bu Ima sejauh ini, popularitasnya dan elektabilitasnya di mingu-mingu ini ternyata bagus. Kenapa tidak dan paket itu sangat mungkin. Karena ada orang partai disitu (Ima,red), cukup baguslah untuk mengikuti kontentasi,” ujarnya.

Mengenai dengan Paslon Dedi R Wijaya dan Bayu Waluya, kata Asep, sejauh ini dirinya menilai koalisi yang dibangun oleh Gerindra dan Hanura itu konsisten. Pasalnya, Gerinda yang dipimpin oleh Dedi itu tidak tertarik dalam koalisi manapun begitu juga dengan Hanura yang langsung diketuai oleh Bayu. Kedua partai ini seolah tak membuka komunikasi politik dengan parpol lain. Artinya, koalisi ini sepertinya bakal bertahan dan akan tempur di Pilwalkot nanti.

“Sejauh ini, begitu. Paslon ini cukup diusung oleh dua partai saja karena memiliki delapan kursi. Masing-masing partai memiliki empat kursi dan sudah cukup 20 persen. Ditambah, paslon ini kedunya sudah sangat mesra dan sudah saling memahimi satu dengan lainya,” kata Asep.

Dirinya mengaku, dari empat paslon yang sudah terpetakan itu, yang menjadi perhatiannya hanya pendamping Hanafie. Meskipun menurutnyam Hanafie sudah mengerucut bakal didampingi oleh Direktur PDAM Kota Sukabumi, Anton. Akan tetapi, Jona Arizona yang juga Ketua DPD Golkar ikut terseret bakal mendampingi Hanafie di Pilwalkot nanti.

“Pa Hanafie sejauh ini sudah lebih terbuka. Bisa dengan Anton atau dengan Jona. Kalau dengan Anton, koalisi gotongroyong PDI dan PKB sudah bisa mengusung juga,” ujarnya.

Lalu bagaimana dengan Jona, lanjut Asep, ketika melihat kontek DPP, ujung-ujungnnya partai itu pasti akan mendukung yang akan menang. Contohnya di Pilgub Jabar, Golkar lebih memilih Ridwan Kamil atau RK dari pada Dedy Mulyadi karena ingin menang.

Dengan dasar, popularitas dan elektabilitas RK yang sangat tinggi bila dibandingkan dengan kontestasi yang lainnya.

“Apakah hal itu bisa terjadi di Pilwalkot, sangat mungkin dan besar peluangnnya bisa terjadi jika Jona tidak memiliki pasangan. Tapi, Jona dengan status Ketua Partai, otmatis memiliki peluang yang sangat besar jika harus bersanding dengan Hanafie. Tapi, semuanya masih bisa berubah karena SK pengusungan di koalisi Masagi dan Nasdem, Gerinda dan Hanura serta PDI Perjuangan dan PKB masih belum ada paket paslon pengusungannya,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD PAN Kota Sukabumi, Tendy mengaku tak khawatir jika memang akan terjadi tiga atau empat pasangan calon di Pilwalkot nanti. Soalnya, setiap calon Walikota atau Wakil Walikota mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sehingga, masyarakat harus pintar untuk memilih pemimpin yang bisa memberikan perubahan untuk Kota Sukabumi.

“Iya dong ada plus dan minusnya setiap calon juga. Bagimana kita mengemas pasangan calon itu. Mau tiga atau dua pasangan PAN sudah siap,” paparnya.

Hal senda juga dikatakan oleh Sekretaris DPD Golkar Kota Sukabumi, Gundar Kolyubi. Bagi Golkar, tak berpengaruh pada raihan suara jika ada tiga atau empat pasangan. Kondisi apapun Gundar meyakini Golkar sudah siap untuk bertarung di Pilwalkot nanti.

“Ah tidak masalah mau berapa pasangan juga. Terpenting bagaimana kita saja, dalam meracik dan meramu strategi. Apalagi punya calon Walikota muda Kang Jona yang siap untuk berkarya dalam kondisi apapun,” jelasnya.

Golkar sudah mempunyai perhitungan tersendiri jika memang terjadi kemungkinan-kemungkinan pasangan calon di Pilwalkot 2018 mendatang.

Artinya, Golkar sudah memiliki ramuan khusus untuk mengantisipasi beberapa kemungkinan yang terjadi nantinya. “Ya nanti lihat saja lah. Yang jelas sudah siap berapa pasangan juga,” pungkasnya.

(radar sukabumi/sep/bal).


loading...

Feeds

Obrolan Bersama Pojokjabar Tentang Pilbup Bogor di Graha Pena, Kamis (14/12/2017)

Pilbup 2018 di Mata Kader PDIP

POJOKJABAR.com, BOGOR– Sejumlah tokoh di Kabupaten Bogor yang ramai di media soal bursa pencalonan cabup/cawabup, dipertemukan Pojokjabar.com di Graha Pena …