Berkah Ilah Jualan Kupat Tahu untuk Biayai Ibu 90 Tahun, Dedi Mulyadi Lakukan Ini

Bakal calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan seorang ibu tua yang masih konsisten menghidupi ibunya./Foto: Istimewa

Bakal calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bertemu dengan seorang ibu tua yang masih konsisten menghidupi ibunya./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA– Ilah (60), ibu tua yang sehari-hari menanggung biaya hidup ibunya yang berusia 90 tahun.

Ilah bertemu bakal calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam acara Nada dan Dakwah warga Desa Cineam, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (7/2) malam.

Dedi sendiri hadir dalam acara yang diisi oleh Ustadz Solmed dan Pelawak Sunda Ohang itu atas undangan warga setempat.

Di hadapan Dedi, Ilah menceritakan bahwa dirinya sehari-hari berjualan kupat tahu untuk mendapatkan biaya hidup keluarga. Sementara sang suami, sudah meninggal 4 tahun silam. “Saya tinggal sama ibu di rumah, ibu mah sudah 90 tahun usianya, saya 60 tahun,” kata Ilah seperti dilansir Rmol.co.

Sehari-hari, Ilah mengaku memperoleh uang sebesar Rp 200 ribu sebagai jumlah omset jualan kupat tahu. Jumlah itu masih harus dikurangi untuk belanja produksi dan transportasi dirinya ke Pasar Karang Layung, Kecamatan Karang Anyar, Kabupaten Tasikmalaya.

Baca juga: Polisi Buru Pembuat dan Penyebar Isu Pembacokan Ustaz di Medsos, “Pelaku Melintir Isu Biar Bikin Resah”

Di pasar tersebut, Ilah memiliki jongko sederhana yang biasa ia gunakan untuk menjajakan dagangannya kepada pelanggan. “Laba mah Rp 75 ribu. Itu dipakai buat kebutuhan sehari-hari, buat ibu dan anak cucu. Saya juga sudah punya cicit,” tuturnya.

Laba maksimal Rp 75 ribu hanya dapat ia peroleh jika berdagang dari subuh sampai sore hari. Jika berdagang kupat tahu selama setengah hari, mendapat setengah dari R p75 ribu saja sudah dapat dikatakan untung.

Air mata Dedi Mulyadi meleleh saat mendengarkan kisah hidup Ilah. Baginya, Ilah merupakan perempuan Sunda sejati yang menginspirasi bagi kaum muda karena dia masih mau bekerja keras tanpa berpangku tangan. “Ini contoh perempuan Sunda sejati, hidup dengan penuh keikhlasan. Beliau ini mengajarkan hidup yang bertanggung jawab,” ujarnya lirih.

Dedi terkenang atas keadaan sang bunda, Ibu Karsiti. Menurut Dedi, Ibu Karsiti merupakan sosok yang mampu mengelola keuangan keluarga di tengah keterbatasan ekonomi yang dialami.

“Ibu saya tidak bisa baca tulis, tetapi mampu mengelola keuangan dan membesarkan anak-anaknya. Orang pintar harus malu pada kaum Ibu, harus malu pada Ibu Ilah. Mereka seharusnya dilindungi,” tegasnya.

Modal usaha sebesar Rp9 Juta hasil udunan Dedi dan warga Cineam diberikan kepada Ilah pada malam tersebut. “Manfaatkan dengan baik, jangan andalkan dari kupat tahu, coba usaha yang lain. Ibu luar biasa,” pungkasnya.

(*/mar/pojokjabar)


loading...

Feeds

Harkitnas

Pemkot Bekasi Peringati Harkitnas 2018

PENJABAT (Pj) Wali Kota Bekasi Ruddy Gandakusumah menjadi Inspektur Upacara Hari Kebangkitan Nasional Ke-110 tahun 2018, Senin, (21/5/2018) di Alun-Alun …