Ini Solusi Kang Hasan Atasi Banjir di Kawasan Kahatex

BUTUH POLITICAL WILL: Kang Hasan menilai permasalahan bajir Kahatex bisa diselesaikan asal ada political will yang jelas.Toha hamdani/radar sumedang

BUTUH POLITICAL WILL: Kang Hasan menilai permasalahan bajir Kahatex bisa diselesaikan asal ada political will yang jelas.Toha hamdani/radar sumedang

POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Untung menuntaskan permasalahan bajir di Kawasan Kahatex dibutuhkan political will. Demikian disampaikan Bakal Calon Gubernur Jawa Barat, TB Hasanuddin belum lama ini.

”Pembahasan soal banjir di kawasan Kahatex itu sudah dilakukan sejak lama dan harus ada political will (kebijakan politis) yang juga ada keberanian,” ujar Bakal Calon Gubernur (Cagub) Jawa Barat, Tb Hasanuddin saat bersilaturahmi dengan para buruh belum lama ini.

Kang Hasan menambahkan, jika seperti itu, maka akan mampu menyelesaikan masalah banjir dan kemacetan di depan Kahatex itu.

“Harus ada political will dari pemerintah terhadap permasalah banjir dan macet di Jalan Bandung – Garut (sekitar Kahatex, red) yang hingga kini belum beres-beres,” tambahnya.

Anggota DPR RI dari Dapil Jabar IX Sumedang Majalengka Subang itu, menjelaskan upaya untuk menyelesaikan persoalan banjir Kahatex sudah pernah dibahas beberapa kali antara legislatif dan eksekutif, namun yang ada hanya saling tuding.

“Cuma sebatas pembahasan saja, saling menyalahkan. Seharusnya eksekutif yang membuat kebijakan. Apalagi itu di depan Kahatex itu jalan nasional, dan untuk pemeliharaannya di wilayah provinsi,” ucapnya.

Kendati demikian, lanjut sosok yang familiar disapa Kang Hasan berjanji jika dirinya terpilih menjadi Gubernur Jabar, masalah banjir di depan Kahatex akan dituntaskan.

”Jika saya diberikan amanah untuk memimpin Jabar, akan menuntaskan masalah banjir yang sudah terjadi sejak lama ini,” katanya.

Sementara, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Sumedang, Guruh H mengatakan, akibat adanya banjir tersebut kerap menghambat aktivitas para pekerja pabrik. Sehingga, setiap kali banjir karyawan selalu mengeluh karena sering kesiangan bahkan tidak masuk kerja.

”Tidak hanya buruh, para pimpinan perusahaan pun mengalami hal serupa karena mengakibatkan produksi terhambat,” katanya.

Guruh menyebutkan, apabila permasalahan tersebut selesai, diperlukan kepedulian dari semuanya dan jangan saling menyalahkan.

”Kami sering berbincang dengan Gubernur dan Dinas terkait penyelesaian masalah ini, namun belum terealisasi sampai sekarang. Bahkan, yang kami sayangkan karena PT Kahatex selalu menjadi sorotan persoalan ini. Padahal tidak demikian,” katanya.

(RBD/tha/pojokjabar)


loading...

Feeds

Harkitnas

Pemkot Bekasi Peringati Harkitnas 2018

PENJABAT (Pj) Wali Kota Bekasi Ruddy Gandakusumah menjadi Inspektur Upacara Hari Kebangkitan Nasional Ke-110 tahun 2018, Senin, (21/5/2018) di Alun-Alun …