Roberto Carlos Mario Gomez Buka Suara Soal Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Mario Gomez berharap Komdis PSSI bisa bersikap tegas terkait kejadian kerusuhan suporter di Stadion Kanjuruhan (Instagram persib_official)

Mario Gomez berharap Komdis PSSI bisa bersikap tegas terkait kejadian kerusuhan suporter di Stadion Kanjuruhan (Instagram persib_official)

POJOKJABAR.com, PERSIB– Pelatih Persib Bandung, Roberto Carlos Mario Gomez, buka suara terkait kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, saat Arema FC menjamu timnya. Juru racik asal Argentina itu meminta Komisi Disiplin PSSI bersikap tegas dengan kejadian itu.

Seperti diketahui, beberapa saat jelang laga berakhir, situasi menjadi tak terkendali. Ratusan suporter Arema FC memasuki lapangan pertandingan. Para pemain kedua tim kemudian masuk ke ruang ganti. Mario Gomez menjadi salah satu korban setelah terkena lemparan yang membuat keningnya berdarah.

Mantan arsitek Johor Darul Takzim (JDT) itu memahami panasnya laga Singo Edan vs Maung Bandung. Meski begitu, dia menilai terhentinya pertandingan akibat ulah suporter merupakan pelanggaran dan layak mendapat sanksi tegas.

Baca juga: Manajemen Arema FC Klaim Kirim Kronologis Kejadian ke Panitia Pusat PT Liga Indonesia Baru

“Ini adalah sepak bola, persaingan panas itu wajar. Tapi, saya tidak menyukai adanya kerusuhan. Saya ingin tahu sikap Komite Disiplin. Sikap Tegas harus ditunjukkan,” sebut Mario Gomez seperti dilansir laman resmi klub.

Dia lantas membandingkan sanksi tegas dijatuhkan Komdis PSSI kepada Supardi Nasir, pemainnya. Supardi mendapat larangan bermain empat pertandingan. Mario Gomez berharap selain suporter tuan rumah, Komdis juga tak tebang pilih dalam memberikan sanksi.

“Supardi, pemain saya, dihukum larangan bermain dalam empat pertandingan. Sekarang ada kejadian tak mengenakkan di Stadion Kanjuruhan. Komdis harus bersikap tegas,” pungkas Mario Gomez.

(epr/jpc/pojokjabar)


loading...

Feeds

Eks Presiden Korsel Terancam Mati di Bui

Eks Presiden Korsel Terancam Mati di Bui

Park Geun-hye kemungkinan besar bakal menghabiskan seluruh sisa umurnya di balik jeruji besi. Kemarin (20/7/2018) Pengadilan Distrik Pusat Seoul menjatuhkan …