Roberto Carlos Mario Gomez: Beruntung Ini Hanya Luka Kecil Saja

Mario Gomez berharap Komdis PSSI bisa bersikap tegas terkait kejadian kerusuhan suporter di Stadion Kanjuruhan (Instagram persib_official)

Mario Gomez berharap Komdis PSSI bisa bersikap tegas terkait kejadian kerusuhan suporter di Stadion Kanjuruhan (Instagram persib_official)

Cari Aman

POJOKJABAR.com, PERSIB– Pelatih Persib Bandung, Roberto Carlos Mario Gomez, merupakan salah satu korban kerusuhan suporter di Stadion Kanjuruhan, Minggu (15/4) malam WIB, dalam laga Arema FC vs Persib. Keningnya terluka akibat lemparan benda keras.

Seperti diketahui, beberapa saat jelang laga berakhir, situasi menjadi tak terkendali. Ratusan suporter Arema FC memasuki lapangan pertandingan. Para pemain kedua tim kemudian masuk ke ruang ganti. Mario Gomez menjadi salah satu korban setelah terkena lemparan yang membuat keningnya berdarah.

Pelatih berusia 61 tahun itu harus mendapatkan perawatan dari tim dokter Persib. Dia mengatakan kondisinya baik-baik saja dan menyebut hanya luka kecil. Bahkan, Mario Gomez enggan terlalu mempersoalkan insiden yang menimpa dirinya tersebut dan secara luar biasa memaafkan oknum pelaku pelemparan tersebut.

Baca juga: Roberto Carlos Mario Gomez Buka Suara Soal Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

“Tidak apa-apa. Beruntung ini hanya luka kecil saja. Tapi, jujur ini (terkena lemparan, Red) yang pertama kali bagi saya selama berkarir di dunia sepak bola. Saya rasa ada seseorang yang melempar batu dari atas dan mengenai kepala saya,” sebut Mario Gomez seperti dilansir laman resmi klub.

“Saya sudah memaafkan mereka (oknum suporter yang melakukan pelemparan, Red). Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dalam setiap pertandingan sepak bola. Mungkin ke depannya saya harus lebih memahami lagi,” imbuhnya.

Terlepas dari itu, mantan juru racik Johor Darul Takzim (JDT) itu tetap tidak membenarkan kerusuhan dan kekerasan terjadi di sepak bola. Dia berharap kepada seluruh suporter di Indonesia agar bisa memiliki cara yang lebih baik lagi dalam memberikan dukungan terhadap tim kesayangannya.

“Kekerasan dan kerusuhan hanya akan merugikan tim sendiri. Andai semua bisa memahami setiap hasil, baik itu menang, seri, atau kalah, sepak bola akan menjadi terasa lebih indah,” pungkas pelatih asal Argentina tersebut.

(epr/JPC)


loading...

Feeds