Panpel Klaim Sudah Lakukan Antisipsi, 100 Korban Dilarikan ke RSUD Kepanjen

Ricuh suporter di laga Persib VS Arema, Minggu (15/4/2018) Youtube

Ricuh suporter di laga Persib VS Arema, Minggu (15/4/2018) Youtube

POJOKJAAR.com, PERSIB– Pihak Panpel Arema mengaku sebenarnya sudah melakukan banyak antisipasi. Semuanya disiapkan sesuai dengan SOP yang diarahkan dari operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru. Namun, kerusuhan di Stadion Kanjuruhan tetap tak bisa dibendung dan bahkan memakan banyak korban.

“Kejadian ini bukan hal yang diinginkan, antisipasi sebaik mungkin. Secara sosialisasi, juga sudah koordinasi apa yang ada di lapangan,” jelas Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris, Minggu (15/4).

Hingga saat ini, total korban belum diketahui secara pasti. Pihaknya masih fokus untuk melakukan evakuasi terhadap korban.

Baca juga: Sampaikan Permintaan Maaf, Manajemen dan Panpel Siapkan Posko untuk Korban

“Kejadian ini di luar kendali, banyak faktor. Emosional terjadi malam ini,” kata dia.

Korban dari kericuhan di Stadion Kanjuruhan ini didominasi oleh penonton perempuan. Kebanyakan dari mereka terkena gas air mata yang dilontarkan oleh petugas keamanan. Setidaknya ada lebih dari 100 korban berjatuhan pada peristiwa tersebut.

Berdasarkan data yang dilansir JawaPos.com (Pojoksatu.id group) hingga Minggu (15/4) tengah malam, setidaknya sekitar 100 korban dilarikan ke RSUD Kepanjen. Lalu ada 16 orang yang dirawat di Wava Husada, 2 orang di Puskesmas Panjen, dan 25 orang dibawa ke Hasta Husada. Jumlah itu belum termasuk korban yang dilarikan ke Teja Husada, Gondanglegi, dan RSSA. Rata-rata pingsan karena terkena gas air mata..

Pihak panpel menegaskan tidak pernah menginstruksikan untuk menembakkan gas air mata. Dari pengamatan langsug di lapangan, ternyata ada tembakan gas air mata yang diarahkan ke tribun. Terutama ke tribun selatan yang kebetulan banyak diisi oleh para Aremanita.

Sementara ketika dikonfirmasi mengenai pelatih Persib yang terkena lemparan hingga kepalanya berdarah, pihak Arema mengaku belum mendapat laporan akan hal itu. “Belum ada konfirmasi, kalau pelatih Persib kena lemparan. Kalau memang terjadi, Panpel minta maaf. Situasi tidak normal,” ujar Haris.

(fis/jpc/pojokjabar)


loading...

Feeds